Motif Penembakan Suharto di Rumah Kosong Masih Gelap Sinergi Jawa Pos

”Motif apa yang mendasari pelaku penembakan masih kami selidiki. Dari kaki korban tidak ditemukan proyektil peluru. Begitu juga di lokasi kejadian,” kata Kasatreskrim AKP Suwasana, kemarin.

Dari keterangannya, korban belum bisa diajak bicara. ”Bicaranya nglantur ngalor ngidul. Dari keluarga korban didapat keterangan punya penyakit kejiwaan setelah ditinggalkan istrinya,” terang dia.

Kasatreskrim berharap kasus tersebut bisa dipecahkan. Sebab, saat kejadian ada saksi yang mendengarkan suara tembakan. Namun, saksi tidak berani mendatanginya. Hingga akhirnya ditemukan Suharto kedua kakinya mendapati darah mengucur akibat tembakan.

”Untuk korban sudah diserahkan kepada keluarganya untuk jalani perawatan jalan,” tandasnya.

Sebelumnya, Suharto alami luka penembakan atau penusukan sebanyak empat kali di kaki paha kiri dan kananya. Lokasinya di bangunan kosong 100 meter dari lokasi SPBU Nglejok. Peristiwa tersebut menggegerkan warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

Saat itu korban dengan empat luka di kakinya masing-masing di paha kaki kiri dan kanan berjalan dan tenang. Warga sekitar yang melihat pria tersebut langsung membawa RSUD R Seodjati Purwodadi. Kejadian tersebut diketahui pukul 10.00 pagi.

Ketika diberikan pertolongan warga, Suharto yang sudah mengalami kehilangan banyak darah mulai linglung saat memberikan jawaban. Adanya kabar penembakan tersebut langsung ditangani Sat Reskrim Polres Grobogan. Sat Reskirm Polres Grobogan langsung lakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi –saksi di tempat. Petugas juga langsung memasang garis polisi di gedung yang ditinggali.

(ks/mun/zen/top/JPR)