Mortir Belanda Ditemukan di Belakang Rumah Warga

MALANG KOTA – Bahan peledak jenis mortir ditemukan di belakang rumah warga di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Kedungkandang.

Meski terpendam di tanah, mortir berukuran 20×30 cm tersebut diduga masih aktif. Bahan peledak tersebut langsung dievakuasi oleh tim penjinak bahan peledak Detasemen B Pelopor Brimob Ampeldento.

Siti Sundari, pemilik rumah, menyatakan, penemuan mortir bermula saat dirinya meminta Jani yang bekerja sebagai tukang, menggali tanah di halaman belakang rumahnya Sabtu (20/7). Mata cangkul Jani sempat mengenai benda keras di kedalaman sekitar 20 sentimeter.

Saat diperiksa, ternyata  benda tersebut diduga mortir sisa perang. ”Sekitar pukul tiga saya dikasih tahu ada temuan itu, ya saya panggil ponakan (Rifai, Red), minta agar lapor polisi,” ujarnya kepada koran ini kemarin.

Rifai yang melaporkannya ke Polsek Kedungkandang menyebut mortir tersebut memang sempat dipindahkan Jani dari lokasi penemuan. ”Tapi pas tim polisi datang, mortir dipindah lagi ke TKP semula. Karena katanya bahaya,” jelasnya.



Menurut dia, mortir tersebut diduga peninggalan Belanda. Itu karena rumah tua yang ditempatinya sempat terkena mortir dari Belanda saat Perang Agresi Militer II tahun 1948. ”Dulu ceritanya, memang rumah ini pernah tertimpa bom Agresi Militer,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi menyatakan, mortir tersebut diduga kuat masih aktif. Hal itu berdasarkan laporan dari markas Brimob di Ampeldento. ”Yang menemukan tukang yang diminta menggali tanah untuk fondasi tandon,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani