Monumen Gate Baru ITN, Bergaya Milenial dan Punya Nilai Filosofis

MALANG KOTA – Tuntas sudah proses renovasi gerbang Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Siang tadi (17/10), monumental gate ITN yang dikerjakan sejak 16 Mei itu diresmikan.

Gate baru ITN ini terlihat lebih fresh dengan sentuhan ala milenial. Seperti yang dijanjikan saat groundbreaking Mei lalu.

Gerbang yang terbuat dari beton tersebut didesain seperti ombak di lautan. Dengan empat pilar yang berwarna merah, kuning, biru dan putih.

Di sisi kanan gate tersebut, terdapat gedung tiga lantai berdinding kaca. Membuat areal ini terlihat instagramable.


Seusai peresmian, Rektor ITN Malang Dr Ir Kustamar, MT menjelaskan tentang filosofi monumental gate yang terletak di Jalan Raya Karangploso, Kabupaten Malang tersebut.

Dijelaskannya, kalau layar-layar berombak tersebut menunjukan kampus ITN Malang bak perahu yang mengantarkan mahasiswa dan dosen serta karyawan dalam mengarungi lautan kesuksesan.

“Kan berombak-ombak itu membuktikan dinamisnya kehidupan. Tapi kami akan tetap berusaha untuk memajukan kampus ITN yang lebih baik di Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Kustamar, layar-layar tersebut dikelilingi oleh empat pilar berbentuk segitiga.

Sementara empat pilar menjadi simbol bahwa ITN Malang selalu berpedoman terhadap empat pilar bangsa. “Kami selalu menjunjung tinggi empat pilar itu dalam kegiatan perkuliahan, yakni berdasakan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Sementara bentuk segitiga yang berwarna-warni di empat pilar tersebut, kata Kustamar, melambangkan tri dharma perguruan tinggi yang selalu dipegang teguh oleh ITN Malang.

“Untuk menuju kesuksesan kami mesti menerapkan tri darma pendidikan,” ujarnya. “Dan warna merah itu berarti berani, putih itu suci, biru keagungan, dan juga kuning semangat. Warna tersebut melambangkan kami saat menerapkan empat pilar bangsa dan juga tir darma perguruan tinggi,” tuturnya.

Yang terakhir, gedung berkaca itu sebagai simbol transparansi. “Itu menunjukkan kalau kita tulus dan tidak ada sesuatu yang disembunyikan demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, peresmian tersebut dihadiri pula oleh Bupati Malang, HM Sanusi, Kepala LLDIKTI VII Wilayah Jawa Timur, Prof Dr Ir Suprapto, DEA, dan juga Rektor Unisma (Universitas Islam Malang), Prof Dr Masykuri MSi.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Editor : Indra M