Mompreneurs Jadi Kekuatan Ekonomi Keluarga

MALANG KOTA – Mompreneur atau ibu rumah tangga yang mampu mengelola keterampilan wirausahanya bisa menjadi kekuatan ekonomi. Setidaknya, bisa meningkatkan perekonomian keluarga.

Hal itu disampaikan Dr Drs Lutfi Jayanto MM dalam Pelatihan Kewirausahaan, Perhitungan Harga Pokok Produksi, dan Pembuatan Produk Kerajinan Unik decoupage dengan media Tas Anyaman Pandan yang digelar di Jalan Papa Putih, Lowokwaru, Kota Malang, kemarin (13/5).

”Mompreneurs juga harus memiliki pengetahuan go to market,” ujar Lutfi saat memberikan materi dalam pelatihan yang digelar Politeknik Negeri Malang (Polinema) bekerja sama dengan Zahara Craft itu.

Di antara pengetahuan go to market yang dimaksud Lutfi adalah, mompreneur mengetahui nilai tambah produknya. Selain itu, juga harus bisa menghitung biaya produksinya, sehingga bisa menjual tanpa harus menjual murah. Selanjutnya, promosi harus dilakukan terus-menerus dengan kreatif. Misalnya, melalui medsos (media sosial) maupun brosur yg representatif.

”Yang terakhir, sistem distribusinya harus efisien,” katanya.



Pemateri lain, Hesti Wahyuni SE Ak MM CMA memaparkan, perhitungan harga pokok produksi juga tidak boleh diremehkan. Menurutnya, mompreneurs harus bisa memperkirakan produksinya, mulai biaya bahan, tenaga kerja, dan fasilitas pendukung operasional usaha.

”Mompreneurs bangkit, maka roda perekonomian bangkit pula,” katanya.

Sementara itu, instruktur decoupage Nina Zahara SE menyatakan, diperlukan ketekunan dan kerapian jika ingin profesional dalam seni decoupage. Berbagai produk yang sudah dihasilkan adalah aneka tas dan produk dari pandan, mendong, dan eceng gondok. Bisnis itu dijalani sejak di bangku kuliah dengan berbekal kamera ponselnya.

”Ceprat-cepret koleksi barang di Zahara Craft lantas share di medsos atau webstore, maka order akan datang,” kata instruktur decoupage itu.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Juniardi