Momota Bertanya, Apakah Aku Bisa Bermain Bulu Tangkis Lagi…

JawaPos.com-Suasana tim Jepang begitu bahagia. Sebab, sang bintang utama, Kento Momota, membuka tahun ini dengan sempurna. Pada Malaysia Masters 2020, Momota yang sejatinya tidak dalam kondisi fit berhasil meraih gelar juara.

Pada lobi sebuah hotel di Kuala Lumpur, pelatih kepala tim nasional Jepang Park Joo-bong melepas kepergian Momota dan para koleganya dengan perasaan suka cita.

Ketika itu, mereka memang berpisah jalan.

Momota akan ke Kuala Lumpur International Airport, hendak pulang ke Jepang. Sementara Park melanjutkan pekerjaan, mendampingi tim Jepang yang akan berlaga pada ajang Indonesia Masters 2020.

Sebelumnya, Momota memang memutuskan mundur dari ajang Super 500 itu. Dia beralasan ingin jaga kondisi, takut cedera. Sebab, Momota menjalani tahun yang superpadat sepanjang 2019.

Setelah berpisah dengan Momota di lobi hotel, Park kembali ke kamarnya.

Namun, sekitar setengah jam kemudian, suasana bahagia berubah menjadi kebingungan dan kepanikan luar biasa. Pelatih asal Korea Selatan itu menerima telepon yang membikin hatinya menciut.

Dari ujung telepon, dia diberi tahu bahwa Momota, asisten pelatih tim Jepang Yu Hirayama, dan fisioterapis Morimoto Akifumi, plus staf Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) William Thomas terlibat dalam kecelakaan parah.

Van sewaan yang mereka tumpangi menabrak sebuah truk berbobot 30 ton. Sang sopir, meninggal langsung di lokasi kejadian.

Van yang ditumpangi pemain nomor satu dunia Kento Momota hancur setelah mengalami kecelakaan mengerikan di Kuala Lumpur. (Astro Malaysia via AP)

Park yang sangat panik langsung meluncur ke tempat terjadinya insiden. Dia mendapati bagian depan van itu remuk. Ketakutan langsung menyerang sekujur tubuh pelatih berusia 55 tahun tersebut.

”Saya tidak bisa menggambarkan ketakutan yang saya alami waktu itu. Momota kebingungan. Kami semua terguncang,” kata Park seperti dilansir dari media Malaysia, The Star.

Korban selamat termasuk jenazah sang sopir langsung dibawa ke Rumah Sakit Putrajaya. Momota mengalami retak hidung, luka pada bagian wajah, dan tergores di bibir.

Momota terlihat seperti linglung dan trauma. Lengan kanannya juga terluka.

Untung saja, tidak ada luka dalam yang serius pada badan pemain nomor satu dunia tersebut. ”Ketika Momota sudah dalam posisi stabil di rumah sakit, dia bertanya kepada saya tentang kondisinya…dia bertanya, ‘Apakah aku bisa bermain bulu tangkis lagi?” cerita Park.

”Saya lalu mengatakan bahwa yang dia butuhkan saat ini adalah tidur nyenyak dan sembuh. Semuanya pasti beres, dia tidak perlu khawatir,” imbuh peraih emas ganda putra Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Park sangat optimistis bahwa Momota akan segera sembuh. Lalu pulih dan melanjutkan persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2020. Prediksinya, Momota sudah fit dalam dua bulan ke depan. Mungkin bisa turun di All England 2020 yang berlangsung awal Maret mendatang.

Momota memang menjadi andalan utama Jepang untuk meraih emas dari cabang olahraga bulu tangkis.

Rencananya, Momota akan terbang ke Tokyo besok (15/1). Dia akan didampingi oleh seorang staf pelatih tim Jepang. ”Sedangkan saya akan bergabung dengan tim di Indonesia,” tandasnya.