Mobil PNS Bina Marga Dipecah saat Ikut Musrenbang, Rp 40 Juta Raib

Mobil PNS Bina Marga Dipecah saat Ikut Musrenbang, Rp 40 Juta Raib

ILUSTRASI: Modus Pecah Kaca Mobil
(Dok Jawa Pos)

GEMPOL – Belum terungkap kasus pecah kaca yang terjadi di Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kejadian serupa kembali terjadi Senin (5/1). Kali ini menimpa Kasi Pemeliharaan Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Sugeng Raharjo, 56. Alhasil, duit Rp 40 juta yang ada di dalam mobil, raib digondol pelaku.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00. Saat itu, korban tengah mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di kantor Kecamatan Gempol. Sugeng datang dengan mengendarai mobil Honda Mobilio nopol N 1590 WK miliknya.

Korban kemudian memarkirkan mobilnya di depan pagar kantor kecamatan, yang ada di Dusun Mlaten, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol. “Kejadiannya siang hari jelang waktu Duhur. Kaca pintu tengah sebelah kiri dipecah dan uang di dalam tas dibawa kabur pelaku,” terang Camat Gempol M. Ridwan.

Ridwan yang ditemui koran ini di kantornya mengatakan, korban menaruh uang puluhan juta itu di dalam tas jinjing beserta dua buah tabungan Bank Jatim. Posisinya di atas lantai jok tengah. Korban baru tahu jika kaca mobilnya dipecah, setelah petugas Satpol PP kecamatan setempat melaporkan kejadian tersebut.

Anggota Satpol PP baru menyadari jika mobil Sugeng dipecah setelah melihat ada pecahan kaca. “Saat musrenbang berlangsung, ada deretan mobil terparkir di luar atau depan pagar kantor kecamatan. Peristiwa pecah kacanya terjadi saat petugas masuk ke dalam kantor untuk mengambil air minum,” terangnya.

TKP : Lokasi pecah kaca pintu mobil PNS Bina Marga Kabupaten Pasuruan di depan kantor Kecamatan Gempol, Desa Karangrejo, Gempol
(Rizal Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sugeng yang kaget melihat kaca mobilnya dipecah, langsung lemas melihat tas berisi uang lenyap. Siang itu juga, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gempol. “Uang Rp 40 juta tersebut adalah uang pribadi korban,” terang Ridwan.

(br/fun/zal/fun/JPR)