Mobil Perbekel Pakisan Nyungsep ke Jurang Sedalam 5 Meter Sinergi Jawa Pos

Rupanya, sebelum nyungsep ke jurang, mobil tersebut sempat bersenggolan dengan pengendara mobil tak diketahui identitasnya di sebuah kelokan dengan kondisi jalan menanjak di jalur Pakisan-Tamblang. Mendengar terjadi benturan saat bersenggolan, Perbekel Wijasa spontanitas menghentikan laju kendaraan yang dikemudikannya. 

“Kejadiannya saat hujan gerimis, kami sempat berpapasan. Dari arah berlawanan, posisi jalan menanjak, saya datang dari arah timur, mobil berwarna putih turun dari tanjakan, lalu mobil bersenggolan hingga seketika saya injak rem,” kata Perbekel Desa Pakisan, Nyoman Wijasa saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (7/1) sore.

Setelah sempat bersenggolang, mobil yang ia kendarai mendadak mengalami mati mesin. Sedangkan mobil yang diajaknya bersenggolan langsung kabur. “Nah setelah senggolan, mobil mati, kemudian berjalan mundur, saya sudah bingung. Mesin mati, rem tak berfungsi. Ya sudah, pasrah saja,” ujarnya.

Praktis, mobil pun terguling beberapa kali sebelum akhirnya masuk jurang sedalam 5 meter di daerah Tukad Yeh Aya, Desa Bontihing.”Ternyata, saat saya keluar, mobil sudah masuk jurang,” terangnya. 

Akibat kecelakaan tersebut, Perbekel Wijasa mengaku hanya mengalami luka ringan pada bagian kepala. Pada sisi lainnya, sebelum kejadian, Perbekel mengaku hendak menjenguk salah satu keluarganya yang sedang menjalani perawatan di RSUD Buleleng.”Syukur selamat, hanya mengalami luka lecet di kepala saja,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kecelakaan maut terjadi di jalur Singaraja-Amlapura kilometer 33, Banjar Dinas/Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Sabtu (6/1) sekitar pukul 16.30 wita.  Satu orang dilaporkan meninggal dalam kecelakaan tragis tersebut.

Korban meninggal bernama Putu Arlini, 33 warga Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Saat kejadian, korban memang posisi dibonceng oleh Putu Ayu Apriliani, 27. Mereka menaiki sepeda motor Scoopy DK 5573 melaju dari arah Desa Bukti menuju Kota Singaraja

Kejadian bermula ketika mobil truk berwarna putih tanpa diketahui identitasnya menabrak motor scoopy yang dikendarai Putu Ayu Apriliani. Dengan kecepatan tinggi truk yang melaju secara ugal-ugalan langsung menyenggol motor Scoopy yang ditumpangi korban.

Akibat benturan, motor  langsung terpental hingga beberapa meter dari titik tabrak. Keduanya pun terjatuh di aspal. Namun sopir truk yang menyenggol tersebut, langsung melarikan diri. Paska kecelakaan kedua korban dilarikan ke RSU Kerta Usada Singaraja. 

“Yang dibonceng bernama Putu Arlini meninggal dunia karena mengalami luka cukup parah. Dada remuk, dan patah kaki kiri. Sedangkan pengendara motor Luh Putu Ayu Apriliani asal Banyuning hanya luka lecet, dan menjalani perawatan di RSU Kerta Usada, Singaraja,” ujar Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Wayan Suartika. 

(bx/dik/yes/JPR)