Mobil Listrik UB-UM Seberapa Hebat Sih?

KOTA MALANG-Passion mengalahkan segalanya. Demi memenangkan kontes Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Nasional di Padang, 27 November, para konstestan dari perguruan tinggi Kota Malang mulai bersusah payah. Mahalnya biaya pembuatan mobil, tak bisa menghentikan langkah para mahasiswa.

Misalnya, tim Apatte 62 Universitas Brawijaya. Ketua tim M. Syifa’uddin mengatakan, ia bercerita timnya sudah habiskan ratusan juta demi tiga mobil hemat energinya.”Mahalnya buat mobil listrik itu di risetnya,” kata dia. Ia menceritakan, sekali riset ada biaya body part, biaya takaran bodi mobil, composite yang cukup mahal. Itupun, akan membengkak bila uji coba mobil listrik mengalami kegagalan.

”Kalau mau ditotal, tiga mobil ini bisa berharga lebih dari Rp. 1 miliar,” kata mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UB ini. Itupun, pembuatan mobil hemat energi ini memakan waktu selama 3 tahun lamanya.

Ia mengakui, waktu dan biaya yang tidak sedikit dikeluhkan banyak mahasiswa teknik.”Karena mahal, dan tidak sebentar, kami sangat menganggap serius kemenangan KMHE,” kata dia. Ajang milik Kemenristekdikti ini sama prestisiusnya dengan pekan ilmiah nasional (pimnas). Hanya, yang menjadi pesertanya dalam ajang KMHE adalah mahasiswa teknik, sedangkan Pimnas dari semua fakultas.


Mobil yang mereka andalakan, Marsela 3 EVO 3 dari kategori urban listrik, Aristo EV VI proto listrik dan kategori urban ethanol, Marsela 3 EVO 4.”Kami ingin merebut semua kategori. Sebenarnya ada delapan, tetapi kami kerjakan tiga,” kata dia. Untuk keuangan, tim ini menggalang dana dari Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), sponsorship dari pihak swasta, dari kampus hingga iuran.

Sama halnya dengan tim UB, tim UM yang siap berlaga mengakui dana besar dan waktu yang panjang cukup menguras energi. M. Aziz Kurniawan, koordinator tim UM mengatakan satu mobil hemat energi bisa mencapai angka kisaran Rp. 150 juta. Angka yang besar ini, bila tidak berhasil menggondol piala, cukup mematahkan hati timnya.”Resikonya ya ini. Untungnya Juri tahun ini bisa menetapkan biaya pembuatan mobil lebih rinci,” kata dia.

Pewarta: Sandra
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Sandra