Mobil ambulans khusus bayi dengan kondisi kritis yang dimiliki Pemkot

JawaPos.com – Mobil ambulans khusus bayi dengan kondisi kritis yang dimiliki Pemkot Surabaya baru satu unit. Kendaraan itu pun tidak bisa menjangkau seluruh wilayah Surabaya. Setidaknya dibutuhkan empat unit lagi agar jangkauannya semakin merata.

Namun, pengadaan mobil Neonatal Emergency Transport System Surabaya (NETSS) itu tidak mudah. Selain butuh biaya besar, perlu tenaga kesehatan yang benar-benar menguasai masalah kedaruratan yang dialami bayi. Mobil tersebut saat ini di bawah pengelolaan RSUD dr M. Soewandhie.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr M. Soewandhie drg Rince Pangalila menuturkan, semestinya di Surabaya ada lima mobil ambulans dengan fasilitas seperti NETSS. Lima kendaraan tersebut mewakili Surabaya Timur, Barat, Utara, Selatan, dan Tengah. ”Karena melihat luas wilayah Surabaya, mau tidak mau ya penambahan itu. Tapi, penambahan SDM-nya harus ada,” tutur Rince.

Anggaran yang diperlukan untuk membeli satu unit ambulans itu diperkirakan sekitar Rp 1,8 miliar-Rp 2 miliar. Sebab, terdapat peralatan-peralatan khusus di dalam mobil tersebut. Misalnya, alat untuk menjaga suhu tubuh bayi serta alat yang membantu bayi bisa bernapas dengan baik. ”Tapi, perlu pelatihan dokter beserta perawatnya. Jadi, ada tim khusus yang juga menyiapkan di klinik persalinan,” tambahnya.



Kepala SMF anak atau dokter spesialis anak di RSUD dr M. Soewandhie dr Radix Hardiyanto SPA menuturkan, ambulans itu luar biasa. Sebab, terdapat incubator transport sehingga mampu menjaga suhu tubuh bayi agar tetap stabil. Selain itu, ada ventilator transport yang membantu tindakan bantuan napas selama perjalanan. ”Itu tidak dimiliki rumah sakit lain. Selama penjemputan kami memastikan bayi bisa bernapas dengan baik,” papar Radix.