MNSBDI Bina Anak Muda Budha, Kenalkan Profesi yang Tidak Biasa

MNSBDI Bina Anak Muda Budha, Kenalkan Profesi yang Tidak Biasa

JawaPos.com – Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) menaruh perhatian kepada pesatnya pertumbuhan anak muda Buddha. Mereka melakukan pembinaan kreatif melalui kegiatan bertajuk Ready to Take the Challenge (Reach) 2018.

Diantara materi pembekalannya adalah mengenalkan profesi berbasis kreativitas yang cenderung baru dan tidak biasa.

Ketua Umum MNSBDI Pandita Utama Aiko Sesnosoenoto, Rabu (4/7) mengatakan kegiatan Reach semacam ini sudah berjalan sejak 2009 lalu.

Tahun ini kegiatan Reach 2018 dipusatkan di kompleks kuil Myoganji, Megamendung, Bogor. Digelar mulai 1 Juli hingga 8 Juli nanti, acara yang bermuatan agama dan seni kreatif itu diikuti sekitar 700 anak muda Buddha dari 27 provinsi seluruh Indonesia.



“Anak muda adalah aset, baik secara usia yang sangat potensial maupun jumlah yang banyak,” kata Aiko. Oleh karena itu perlu digelar program pembinaan yang pas, disukai, serta terbuka bagi anak-anak muda khususnya generasi muda Buddha.

Dia menjelaskan prinsip utama digelar kegiatan Reach 2018 mengajak anak-anak masa kini untuk mewujudkan mimpi mereka. “Diantaranya melalui berbagai pengenalan bidang pengetahuan serta profesi-profesi yang tidak biasa,” jelasnya.

Contohnya pada kegiatan tahun ini ada kompetisi dan kelas kreatif beberapa jenis profesi zaman now. Seperti musikal, film, teater komedi, musik-gitar, elektronik dance music (EDM), dan show choir. Kemudian ada fotografi, kuliner, make up, serta wardrobe.

Aiko menuturkan seluruh peserta Reach 2018 mendapatkan pengarahan dari mentor-mentor yang professional pada bidangnya masing-masing. Seperti Eki Dance Company, Uli Herdinansyah, Nanang Hape.

Kemudian juga ada tokoh lain yang bakal berbagi kepada peserta Reach di dunia ‘art and entertainment’, seperti Vino G Sebastian, Lala Timothy, juga seorang penggiat sosial media youtubers Andovi Da Lopez dan Jovial Da Lopez.

Aiko mengatakan tahun ini kegiatan Reach 2018 mengangkat tema Start From Here. Tema ini berusaha menjawab fenomena anak muda di era kemajuan teknologi komunikasi yang begitu cepat.

Tanpa disadari hal penting yang mudah hilang dari anak muda sekarang adalah karakter atau jati diri. Padahal karakter justru merupakan modal dasar dalam menggapai impian.

“Kami mengajak anak muda sekarang selain banyak belajar tapi tidak lupa dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri,” pungkas Aiko.

Aiko lantas menjelaskan MNSBDI merupakan wadah bagi umat Buddha Nichiren Shoshu di Indonesia yang didirikan tahun 1964 oleh Senosoenoto.

Ketua Umum I MNSBDI dan Penanggung Jawab Tertinggi Ajaran adalah Ibu Keiko Sakurai Senosoenoto.

MNSBDI selalu mendidik anak muda Buddha sesuai dengan teladan sang Buddha. Supaya menjadi mata, tiang, dan bahtera bagi bangsa Indonesia.

(wan/JPC)