MKKS Kota Batu Tolak Pembangunan SMPN 7

Kebutuhan Masyarakat Vs Kesejahteraan SMP Swasta

KOTA BATU – Polemik pembangunan SMPN 7 Junrejo di Kota Batu yang ditentang oleh SMP Swasta hingga saat ini masih cukup pelik untuk dipecahkan. Pasalnya, pembangunan SMPN 7 Junrejo ini merupakan kebutuhan dari masyarakat Kota Batu khususnya di kawasan Kecamatan Junrejo. Sementara, sekolah swasta khawatir keberadaan sekolah Negeri akan menurunkan minat pelajar mendaftar di sekolah swasta.

“Oleh sebab itu saat ini pihak MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Swasta juga kami undang dalam pertemuan ini. Kami beberkan datanya bahwa masyarakat dari Desa Torongrejo, Desa Tlekung, dan terutama Desa Pendem yang bahkan sampai harus mendaftar sekolah di SMP Swasta Karangploso,” beber Rizaldi Kabid Perencanaan Pembangunan Manusia Sosial Budaya dan Pemerintahan Bapedda Kota Batu saat diwawancarai radarmalang.id pasca Pembahasan Studi Kelayakan Pembangunan SMPN 7 Junrejo Kamis sore (12/12).

Ia juga membeberkan dari hal inilah pihak SMP swasta di Kota Batu harus memahami permasalahan di kawasan Junrejo.

Diwawancarai secara terpisah, Khamim Tohari Ketua Komisi C DPRD Kota Batu menerangkan bahwa Pemkot Batu boleh saja melakukan pembangunan SMPN 7 Junrejo asalkan rombel (rombongan belajar) disetiap sekolah negeri dikurangi.

“Kasihan sekolah SMP Swasta. Apalagi saya juga tahu sendiri kalau di SMP Arjuno tidak memiliki murid kelas 7 akibat dari zonasi pada tahun 2019,” terang Khamim. Oleh sebab itu, ia beraharap Dinas Pendidikan bisa memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi saat ini.

Terpisah Takim Ketua MKKS Swasta Kota Batu sampai saat ini hanya bisa berpasrah dengan keputusan yang saat ini tengah dibahas. “Saya masih belum berharap apapun karena masih belum ada keputusan bulat,” tukasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Ilustrasi : Dok JPNN