Misteri Tato Sugeng dan Gereja Comboran Di Kaki Korban Mutilasi Pasar Besar Malang

KOTA MALANG – Mayat Mutilasi Pasar Besar Malang (PBM) hingga saat ini belum data teridentifikasi akibat kondisi jari yang keras dan wajah yang sudah tidak dikenali. Namun selama proses identifikasi, ditemukan bukti-bukti, antara lain tato di kedua telapak kaki korban.

Kedua telapak kaki korban nampak ditato menggunakan benda tajam seperti gambar anak TK yang dicocok dengan jarum. Tusukan-tusukan itu membentuk sebuah tulisan. Kaki kanan bertuliskan ‘SUGENG’ dan kaki kiri bertuliskan ‘Wahyu yang kuterima dari greja comboran ketemu tukang kasus sama kerabatnya’.

Dari tulisan tersebut Sugeng menjadi sebuah petunjuk nama seseorang. Sedangkan ukiran tuljsan di kaki kiri menunjukkan tulisan wahyu serta sebuah lokasi bernama comboran. Lokasi Comboran sendiri berada di kawasan Kota Lama dekat dengan PBM.

Lebih lanjut, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri belum bisa memastikan apakah tato tersebut dibuat pelaku atau memang sengaja dibuat oleh korban. Namun untuk menindaklanjuti teka-teki ini pihaknya telah melakukan pencarian nama Sugeng dan Wahyu.

“Iya saat ini kita sedang mencari nama Wahyu dan Sugeng yang ada di telapak kaki tersebut. Kita lakukan pencarian nama-nama tersebut di gereja comboran. Belum ada kabar, nanti pasti akan kita kabari,” tegasnya.



Asfuri juga belum bisa memastikan, apakan tulisan tersebut dibuat saat korban masih hidup atau dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Hingga saat ini, tim Inafis Polda Jatim dan Polres Malang Kota tengah mendalami barang bukti di TKP berupa pakaian, sandal, hingga sarung tangan. Korban yang berjenis kelamin perempuan ini diduga mengenakan pakaian atasan putih bermotif bunga dan rok selutut berwarna merah.

Untuk mendalami kasus ini, Asfuri mengatakan ada kemungkinan dari pihak Polres Malang Kota nantinya menggandeng psikolog maupun kriminolog untuk membaca motif pelaku. Mulai dari bukti surat wasiat hingga setelan pakaian yang ditemukan menjadi bahan petunjuk mereka.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia