Miss Universe 2017 Ditodong Tiga Penjahat Bersenjata Tajam

HAPPY: Miss Universe 2017 Demi-Leigh Nel-Peters (tengah) bersama kontestan lain.
(AFP PHOTO)

JawaPos.com – Miss Universe 2017 Demi-Leigh Nel-Peters hampir kehilangan nyawa sebulan setelah meraih gelar Miss Afrika Selatan 2017. Nel-Peters, sarjana manajemen bisnis dan mengajarkan kursus bela diri untuk wanita, dimahkotai sebagai perempuan tercantik sejagad dalam acara di resor kasino Planet Hollywood di Las Vegas, Amerika Serikat, Senin (27/11) pagi WIB.

Hasratnya untuk kukuh mengajarkan bela diri diperkuat saat perempuan 22 tahun itu menghadapi penjahat bersenjata api yang mencegatnya di salah satu ruas jalan di Johannesburg, Afsel. Kejadian yang berlangsung pada Juni itu belum hilang dari ingatannya.

Tiga orang bersenjata mendekati mobilnya saat dia mengemudi di Jan Smuts Avenue di Hyde Park. Saat mereka mengarahkan senjata ke mobil ratu kecantikan itu, dia berhasil keluar dari kendaraan dan melarikan diri.



Seorang warga melihat dia melarikan diri dari tempat kejadian dan mengantarkannya ke tempat yang aman, dan dia lolos tanpa cedera. Menurut sebuah pernyataan dari kantor Miss Afrika Selatan, tas dan mobilnya kemudian digeletakkan di daerah tersebut oleh perusahaan keamanan swasta.

Dengan kemenangan ini, Neil-Peters akan mendapatkan gaji setahun penuh dan sebuah apartemen mewah di New York City untuk ditinggali selama setahun. Termasuk, banyak hadiah lain.

Miss Universe 2017 Demi-Leigh Nel-Peters saat sesi tanya jawab bersama MC Steve Harvey.
(AFP PHOTO)

Kompetisi Miss Universe tahun ini memiliki kontestan paling banyak, termasuk perwakilan Kamboja, Laos, dan Nepal baru kali pertama ikutan. Ada 92 perempuan cantik dari seluruh dunia berpartisipasi dalam kompetisi 66 tahun itu.

Kemenangan Neil-Peters adalah nilai mutlak dari seluruh juri. Namun, jawaban kemenangan yang ditanyakan saat babak penentuan menjadi senjata utama Neil-Peters.

Saat pertanyaan utama, sang MC Steve Harvey bertanya kepada Nel-Peters tentang apa yang menurutnya merupakan isu paling penting yang dihadapi perempuan di tempat kerja.

”Di beberapa tempat, wanita dibayar 75 persen dari apa yang pria dapatkan untuk melakukan pekerjaan yang sama dan bekerja pada jam yang sama. Ini tidak benar,” katanya. ”Saya pikir kita harus memiliki pekerjaan yang setara dengan upah yang sama untuk wanita di seluruh dunia,” sambungnya. (*)


(tia/AFP/Daily Mail/JPC)