Minta Pilkada Fair Sinergi Jawa Pos

Sosialisasi itu digelar di ruang Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Lumajang, Sabtu (25/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Hampir semua fungsionaris partai politik datang. Ada juga dari unsur Panwas Kabupaten. Paparan dilakukan oleh komisioner hampir dua jam.

Usai paparan, giliran parpol yang berkesempatan bertanya. Dalam kesempatan itulah, partai-partai banyak memberikan sindiran pada calon incumbent. Mulai dari Nasdem, PKB, sampai partai baru seperti Partai Berkarya juga berani komentar. Ada yang menyindir pedas, ada pula yang datar-datar.

Usai paparan, M. Niamillah, wakil sekretaris PKB mengatakan, yang ditunggu adalah bagaimana menyikapi informasi tentang pelanggaran pilkada maupun pemilu legislatif. “Sebab, belum ada sosialisasi dari Panwas Kabupaten. Sehingga kita ini tidak tahu apakah ini termasuk pelanggaran atau tidak,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dugaan pelanggaran dilakukan instansi. Namun sejauh mana pelanggaran dilakukan masih belum dipahami detail. “Makanya Panwas perlu segera mensosialisasikan mana yang jadi pelanggaran dan mana yang tidak,” katanya.



Terutama yang terjadi belakangan ini. Dia menyebutkan, terindikasi orang ramai-ramai melakukan pertemuan dan bisa kategori pelanggaran. Sebab di dalamnya ada upaya untuk memenangkan seseorang. Anehnya sampai saat ini belum diproses.

Padahal dari informasi yang masuk pada PKB, memang ada pengerahan pejabat, ASN atau perangkat desa untuk mendukung pasangan calon tertentu. “Tentu hal ini perlu disikapi dewasa. Kalaupun ini belum tahapan (penetapan calon) harus disikapi. Intinya mari kita jadikan pilkada ini dengan fair, terbuka dan dilaksanakan dengan adem,” ungkapnya.

Sementara itu, Akhmad Mujaddid MR, Ketua Panwaskab Lumajang seperti tak berkutik menerima sindiran itu. Sebab, pihaknya dinilai masih berbuat apa-apa. Namun, dia berjanji akan segera melakukan sosialisasi terkait tugas dan fungsinya sebagai Panwaslu.

Dia menegaskan, semua dugaan pelanggaran yang disebutkan partai-partai tersebut sudah dia catat. “Kami sudah mencatat semua itu. Tapi kami masih belum melangkah. Karena masih mengkaji. Usai Bimtek nanti kita akan sikapi,” ujarnya. 

(jr/fid/das/JPR)