Minat Penyandang Disabilitas Kuliah di UB Jalur SMPD Menurun

KOTA MALANG – Hari ini (16/7) Universitas Brawijaya (UB) menggelar SMPD (Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas). Jumlah peserta tes sendiri sebanyak 37 orang, angka tersebut menurun dari tahun 2018 yakni 76 orang atau turun 48 persen. Dengan rincian 15 orang tuku, 10 orang disabilitas daksa, 3 orang tuna netra, dan 9 orang disabilitas mental.

“Padahal tahun-tahun sebelumnya dari tahun 2012 selalu meningkat pesertanya dari tahun ke tahun,” terang Ketua Pelaksana SMPD, Alies Poetri Lintang Sari.

Ia menuturkan, kondisi tersebut terjadi karena perkembangan tes saat ini sudah mulai menggunakan sistem komputer atau software. Sehingga hal itu mempermudah sebagian disabilitas untuk memilih masuk kuliah pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Sekarang kan pakai UTBK (ujian tulis berbasis komputer) sehingga mereka semakin mudah mengakses. Hari ini saja mereka juga menggunakan software, jadi bisa dilakukan mandiri,” terangnya.

Namun hal itu tak berlaku untuk disabilitas tuli. Mereka tetap harus mendapatkan pendampingan dengan bahasa isyarat. Sementara untuk toleransi waktu tambahan ujian yakni 30 menit dari 90 menit seharusnya dikecualikan pada disabilitas daksa. Tambahan waktu tersebut berlaku pada tuna netra, disabilitas mental dan tuli.

“Apabila menyelesaikan tepat waktu ya tidak masalah,” tambahnya.

SPMD hari ini dilakukan dengan rentetan ujian kemampuan akdemik di bidang bahasa Indonesia, matematika logika, dan pengetahuan umum. Selain itu mereka juga di tes kesiapan kuliah dan psikotes. Utuk tuli khusus ditempatkan di Ruang TIK Fakultas Ilmu Komputer. Sedangkan lain bertempat di Lantai 7 Fakultas Ilmu Budaya.

“Kalau mereka lolos tes ini maka akan berlanjut tes wawancara pada kamis dan jumat,” tukas dia.

Jurusan yang banyak diminati pada tes hari ini adalah pada vokasi. Dari data yang dihimpun sendiri total penerimaan SMPD tahun ini sebanyak 20 kursi.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia