Milan Petrovic: Maaf Aremania!

Merasa Bersalah, Janji Menang di Madura

MALANG KOTA – Gagal menang melawan Persib Bandung hingga mengakibatkan terjadinya kerusuhan membuat asisten pelatih Arema FC Milan Petrovic terpukul. Dia merasa bersalah karena belum bisa memenuhi harapan Aremania–suporter Arema FC. Padahal, melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Minggu lalu (15/4) menjadi laga perdana dirinya dipercaya menangani Arema FC. ”Saya minta maaf karena belum bisa memberikan kemenangan bagi suporter,” ujar pelatih berkebangsaan Serbia tersebut.

Dia juga menyesal karena gara-gara gagal menang memicu kericuhan suporter. Bahkan, ada ratusan Aremania yang sampai terluka. ”Maaf. Saya paham, Aremania pasti menginginkan kemenangan. Saya maaf juga kepada korban yang luka-luka,” imbuhnya.

Karena itu, dia berjanji pada laga berikutnya timnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan. Sebab, dia meminta anak asuhnya tidak terlalu larut dalam kegagalan. Laga berikutnya lebih penting.

”Kami harus fokus melawan Madura United Sabtu (21/4),” tambahnya.

Dia juga menjelaskan, mental pemain harus segera pulih. ”Semuanya harus berjalan seperti biasa. Yang kami butuhkan tetap, yakni satu kemenangan. Setelah itu semua akan seperti biasa,” terangnya.

Dia berharap, kesalahan dan kelemahan timnya sudah akan terselesaikan pada laga tandang berikutnya melawan klub berjuluk Sapeh Kerap–julukan Madura United. Dia menyadari, Arema harus berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan. Saat ini posisinya masih tersungkur di dasar klasemen Liga 1 2018 dengan dua poin. Hingga pekan ke-4, klub berjuluk Singo Edan ini tak kunjung meraih kemenangan. Dua poin Arema hanya didapat dari laga imbang di kandang, yakni ketika melawan Mitra Kukar (24/3) dengan skor 2-2 dan ketika imbang 2-2 lawan Persib Bandung (15/4). Sedangkan dua laga tandang, Dendi Santoso dkk harus mengakui keunggulan Persija Jakarta 1-3 dan Borneo FC dengan skor 1-2.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka