Metro FC Antisipasi Cuaca Panas di Mataram

MATARAM – Persekam Metro FC tak hanya mempersiapkan faktor teknis dalam menghadapi tuan rumah PS Sumbawa Barat di Stadion Gelora 17 Desember, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), besok (8/7). Persiapan nonteknis seperti panasnya cuaca di Mataram juga sudah diantisipasi oleh tim pelatih.

Salah satu hal yang sudah dilakukan adalah menggelar latihan saat siang hari. Jika biasanya latihan digeber pukul 16.00, belakangan latihan digelar pukul 14.00.

”Jadi, pemain sudah terbiasa dengan kondisi cuaca panas di Mataram ketika bertanding nanti,” kata pelatih Metro FC Siswantoro di sela-sela perjalanan menuju Mataram kemarin (6/7).

Siswantoro melanjutkan, timnya sudah sangat siap menghadapi PS Sumbawa Barat. Lantaran, tim ini sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Diharapkan, poin penuh atau minimal seri bisa diraih Metro FC.

”Untuk laga tandang kali ini sudah kami persiapkan sejak bulan puasa. Selama dua minggu kami sudah melakukan training center (TC) dan laga uji coba, semua sudah siap untuk bertanding,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru olahraga di SMAN 1 Tumpang ini.



Sementara itu, pelatih kiper Persekam Metro FC Dwi Sasmianto menambahkan, selama ini pihaknya juga sudah memperhatikan makanan dan pola istirahat pemain.

Langkah ini diambil agar kondisi pemain bisa tetap maksimal saat pertandingan. Termasuk jadwal keberangkatan tim menuju Mataram juga diatur agar tidak mengganggu kondisi pemain.

”Untuk makanan memang kelihatannya masalah yang sepele, tapi ini bisa menentukan kondisi pemain. Daripada salah makan, lalu kondisi mereka nanti drop, akan berbahaya nanti,” katanya.

Pelatih juga akan memberikan porsi istirahat kepada pemain ketika sudah sampai di Mataram. Latihan baru akan dilakukan pagi ini (7/7) sekaligus melakukan uji coba di lapangan.

Hal itu bisa mengembalikan kondisi fisik pemain. ”Ini perjalanan yang cukup panjang, ada beberapa pemain yang baru pertama naik pesawat. Mereka kami berikan waktu istirahat dulu biar kondisinya bisa maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, dalam perjalanan ke Mataram kemarin, ada sedikit kendala yang harus dilalui tim berjuluk Macan Kumbang ini. Keberangkatan tim menuju Bandara Juanda, Surabaya, sempat terhambat.

Sebab, bus yang ditumpangi pemain mengalami gangguan ketika berada di daerah Wajak. Rombongan tim yang berangkat dari Stadion Talok Kahuripan pun harus turun dari bus.

Sekitar 30 menit, pemain dan ofisial tim harus menunggu kedatangan bus pengganti. Menariknya, saat menunggu, warga sekitar sempat memberikan kue dan teh untuk para pemain. ”Kerusakan bus ini memang di luar perkiraan karena kami tidak tahu sebelumnya.

Untungnya tidak sampai terjadi masalah bagi para pemain,” jelas asisten pelatih Persekam Metro FC Mahmudiana.

Kondisi ini tidak sampai memengaruhi kondisi mental pemain karena keterlambatannya tidak sampai berjam-jam. Selain itu, kesigapan dari tim untuk segera mencari bus pengganti juga membuat pemain tenang.

”Kalau secara mental tidak ada masalah berarti. Mereka juga tidak harus menunggu lama, jam keberangkatan tim juga masih sesuai,” terangnya.

Meskipun sempat terlambat berangkat, tapi tim tiba tepat waktu di Bandara Juanda. Tim Persekam Metro FC memboyong 18 pemain untuk laga tandang kali ini.

Mereka akan menghadapi PS Sumbawa Barat yang saat ini menghuni urutan kedua terbawah klasemen sementara grup 7.

Untuk diketahui, bus yang digunakan untuk kepentingan pemain selama kompetisi Liga 2 kali ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Bus ini memang diperuntukkan untuk tim kebanggaan warga Kabupaten Malang. Metro FC merupakan satu-satunya tim di Malang Raya yang berlaga di Liga 2. (haf/c2/riq)