Meski Okupansi Turun, Harga Kamar Hotel di Kota Batu Naik hingga 2 Kali Lipat

KOTA BATU – Rata-rata okupansi (kamar yang dibooking) hotel-hotel di Kota Batu mengalami penurunan di 2019 ini. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu Titik S.Rianto.

“Tahun lalu, rata-rata okupansi 65 persen, dengan kunjungan wisatawan mencapai 6,5 juta orang. Tahun ini, okupansinya 50 persen, sementara kunjungan wisatawan mencapai 7 juta orang,” kata Titik.

Penurunan okupansi hotel itu, lantaran wisatawan memiliki lebih banyak opsi untuk tempat menginap. Tak hanya di hotel, tapi bisa di vila dan homestay.

Meski okupansi turun, hotel-hotel tetap mengambil kebijakan menaikkan tarif kamar pada masa high season. Termasuk pada momen Nataru (Natal-Tahun Baru).

Tak sedikit hotel yang menaikkan tarif kamar hingga dua kali lipat. “Untuk harga, kami dari PHRI tidak bisa menentukan. Karena setiap hotel memiliki fasilitas yang berbeda,” kata dia.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Editor: Indra M