Meski Memakan Waktu 10 Tahun, Terapi Metadon Sembuhkan Pecandu Narkoba

Meski Memakan Waktu 10 Tahun, Terapi Metadon Sembuhkan Pecandu Narkoba

Terapi yang bisa dilakukan adalah metadon. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Mahdi Jufri, menjelaskan metadon merupakan terapi yang digunakan untuk pecandu narkoba. Biasanya, metadon digunakan untuk merawat seorang pecandu dari golongan opioid seperti heroin, morfin dan kodein termausk shabu.

“Terapinya harus sempurna, bisa sampai lebih dari 10 tahun. Yakni terapi memakai metadon. Semua kasus kecanduan pakai metadon. (Semacam) detoksifikasi,” kata Mahdi kepada JawaPos.com, Rabu (3/1).

ilustrasi pecandu narkoba
(istimewa)

Mahdi menambahkan terapi metadon harus dilakukan dengan rutin. Biasanya di tempat rehabilitasi, seorang pecandu narkoba akan mendapatkan kartu jadwal minum metadon agar diminum secara rutin.

“Sudah tiga kali tertangkap pakai narkoba, coba dilihat riwayat rehabilitasinya, barangkali terapi yang dilakukan Jennifer Dunn tidak sempurna atau belum tuntas,” papar Mahdi.



Bahaya shabu pada tubuh, kata Mahdi, tergantung pada dosis. Semakin tinggi dosisnya, maka akan berbahaya. Sehingga, tidak mengherankan banyak kasus pecandu meninggal karena overdosis.

“Untuk asupan makanan atau minuman lebih banyak mengonsumsi makanan danminuman yang mengandung antioksidan. Nanti dokter akan mengukur dosis metadon masing-masing pecandu,” sambungnya.

Dilansir dari hellosehat.com, Metadon dikatakan obat dengan fungsi mengobati nyeri berat yang berkelanjutan (seperti nyeri akibat kanker). Metadon termasuk golongan analgesik narkotika (opiat). Obat ini berkerja di otak dengan mengubah apa yang dirasakan tubuh dan bagaimana cara tubuh merespon nyeri. Metadon juga digunakan untuk mengobati ketergantungan pada obat narkotika (seperti heroin) sebagai program terapi yang telah disetujui. Bisa juga membantu mencegah gejala putus obat akibat penghentian obat narkotika.


(ika/JPC)