Mesin Arema Indonesia Mulai Panas

MALANG KOTA – ”Mesin” Arema Indonesia mulai panas. Tim ini sudah siap-siap untuk ikut kompetisi Liga 2 jika Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sekitar Mei mendatang meloloskannya. Nah, untuk persiapan Liga 3 atau Liga 2, Arema Indonesia menambah laga uji coba.

Kemarin misalnya,  tim yang dilatih Kurniadi Salasa itu menang 2-1 atas Putra Sinar Giri (PSG) Gresik FC di Stadion Gajayana. ”Saya sendiri puas, dari hasil ini (pertandingan kemarin),” kata Kurniadi.

Sejak babak pertama, Arema Indonesia tampil terus menekan. Bermain di hadapan Aremania, membuat Singo Edan tampil terus menyerang. Arema Indonesia pun unggul 2-1 sampai pertandingan selesai.

Dua gol dicetak Ilham Wibisono dan Madenta. Sementara gol tunggal PSG Gresik dicetak Hasbianto. ”Di laga ini, pemain bermain bagus dibandingkan laga sebelum-sebelumnya,” kata dia.

Apalagi, Kurniadi menjelaskan, lawan kali ini bukan tim yang enteng. ”Sebab, materi pemain PSG Gresik ini hampir 50 persen pemain Liga 2, jadi hasil ini sudah bagus karena pemain kami juga menerapkan strategi dengan baik,” terang dia.



Sejak menit pertama, Kurniadi melanjutkan, para pemain sudah tampil fight. ”Mereka fight dan tidak ingin kalah, itu yang membuat kami bisa meraih kemenangan kali ini,” ungkap dia. Meski menang, tetap nanti akan ada evaluasi.

Arema Indonesia juga belum berani mengikat kontrak para pemain. Dia menjelaskan, laga ini memang untuk mencari kerangka tim di Liga 3. Namun, semua pemain masih belum fix. ”Karena sekarang kami menunggu KLB PSSI, kalau tetap di Liga 3, artinya pemain ini tinggal ditambah, tapi kalau (gugatan ke PSSI dikabulkan) dan kami main di Liga 2, mungkin akan perubahan pemain,” kata dia.

Sebab, di Liga 2 tidak ada batasan umur pemain. Berbeda dengan Liga 3 maksimal usia 23 tahun.

Legal Officer Arema Indonesia Erpin Yuliono SH MH menyatakan, akan mengajukan gugatan kepada PSSI sebelum KLB. ”Sebelum KLB nanti, kami sampaikan gugatan perdata ke Jakarta Selatan (Jaksel), kami menuntut untuk bisa di liga profesional,” kata dia.

Sebab, menurut dia, keputusan PSSI sebelumnya dengan menaruh Arema Indonesia ke Liga 3 tidak tepat. ”Kenapa sih, kok Arema Indonesia di Liga 3. Padahal, teman sepermainan kami Persebaya di Liga 2 dan sekarang di Liga 1,” ungkap dia. Sebelumnya, Arema Indonesia juga melaporkan ke Satgas Antimafia Bola Polri tentang dualisme.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Rubianto