Meriahnya Babak Penyisihan Tora Cafe di Dua Lokasi

Antusiasme tinggi peserta tidak hanya terlihat pada Junior JRBL Malang Series 2018 saja. Kompetisi pendukung, Tora Café 3×3 competition, juga disambut dengan penuh semangat. Tidak heran, mengingat regulasi untuk Tora Café 3×3 competition ini lebih fleksibel dibanding kompetisi utama.

“Tidak seperti Junio JRBL yang hanya bisa diikuti oleh siswa kelas 8 dan 9, Tora Café 3×3 competition ini memperbolehkan siswa yang duduk di kelas 7 menjadi peserta,” jelas Ryan Mirza, perwakilan PT DBL Indonesia.

”Sehingga kesempatan siswa untuk ikut berlaga juga semakin luas,” sambungnya

Setelah menjalani sesi technical meeting di kantor Jawa Pos Radar Malang pada Minggu (28/1), sebanyak 45 tim Tora Café 3×3 competition berjuang pada babak penyisihan 16 besar kemarin (29/1).


Terbagi menjadi dua sesi, babak penyisihan diselenggarakan di dua lokasi yang berbeda. Sebanyak 25 tim mengikuti babak penyisihan sesi pertama yang bertempat di SMP Mardi Wiyata.

Penampilan dari tim dance SMP Mardi Wiyata sukses membuka acara yang dihadiri peserta dari berbagai kota tersebut. Dilanjutkan sambutan dari Drs. Jeremias Torimtubun, Kepala SMP Mardi Wiyata yang berpesan untuk selalu menjunjung sportivitas.

“Sebagai siswa yang terpilih untuk mewakili sekolah masing-masing, mari junjung tinggi sportivitas demi bersaing mencetak prestasi,” ujar Jeremias sembari meresmikan pembukaan acara.

Menjadi tuan rumah, tim basket putri SMP Mardi Wiyata mengaku termotivasi untuk bisa bermain maksimal. “Untuk Tora Café 3×3 competition, kami mengirimkan 2 tim dan dua-duanya berhasil lolos,” cerita Farah Regy, kapten tim basket putri SMP Mardi Wiyata

”Bisa tanding dengan SMP-SMP lain di rumah sendiri jadi motivasi kami untuk memberikan yang terbaik. Apalagi, sebelumnya tim basket putri belum pernah menang,” lanjutnya.

Di sesi kedua, SMP Kalam Kudus menjadi tuan rumah bagi 20 tim, yang belum mengikuti penyisihan pada babak pertama. Suasana lapangan basket pun menjadi riuh dengan kehadiran ratusan siswa yang turut mendukung tim-tim yang sedang berlaga.

Kepala SMP Kalam Kudus, Ari Yuanita mengaku menerima kehadiran panitia Junio JRBL di sekolahnya dengan sangat terbuka “Harapan kami dapat terus menjalin kerjasama yang positif bersama Junio JRBL,” kata dia.

Pihaknya berharap di tahun berikutnya, semoga antusiasme meningkat dan jumlah peserta juga bertambah. Jika dipercaya menjadi tuan rumah lagi, SMP Kalam Kudus akan bersedia.

Salah satu sekolah yang berhasil lolos pada babak penyisihan di sesi kedua adalah SMP Negeri 2 Tulugangung. Untuk kompetisi Tora Café 3×3 competition ini, SMP Negeri 2 Tulungagung mengirimkan 1 tim basket putra dan 1 tim basket putri. Kedua tim berhasil masuk 8 besar dan akan berlaga pada 3-10 Februari 2-18 di GOR Bima Sakti, Sukun, Malang.

Elennia Putri Regina, Kapten tim basket putri mengungkapkan persiapan yang dilakukan menjelang kompetisi selain rutin berlatih adalah tetap enjoy,

“Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari Tulungagung ke Malang, kami jalani dengan santai dan senang saja. Kami juga sering kumpul bersama agar tim semakin kompak,” ujarnya.

Total ada 16 tim yang berhasil melaju ke babak selanjutnya pada Tora Café 3×3 competition. Pada sesi pertama di SMP Mardi Wiyata, tersaring 7 tim yang terdiri 2 tim basket putra dan 5 tim basket putri. Sedangkan 9 tim sisanya, 6 tim basket putra dan 3 tim basket putri, lolos saat sesi kedua di SMP Kalam Kudus. Siapa saja mereka? Nantikan pengumumannya di Jawa Pos Radar Malang edisi Rabu (31/1).

Pewarta: Zha & Nda
Penyunting: Aris Syaiful