Meriahkan Hari Dunia, Pemkot Solo Hadirkan 5.000 Penari Jaranan

JawaPos.com – Pemkot Solo akan ikut ambil bagian untuk memeriahkan Hari Tari Sedunia pada Senin (29/4) mendatang. Pemkot akan menghadirkan 5.000 penari Jaranan yang akan menari di Stadion R. Maladi Sriwedari, Solo.

Para penari tersebut merupakan siswa SD dan SMP dari ratusan sekolah di Solo. Yang unik dalam pementasan kali ini adalah para penari akan membentuk konfigurasi kepulauan di Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Solo Kinkin Sultanul Hakim mengatakan, alasan pemilihan tari Jaranan salah satunya karena tari tersebut merupakan tari Jawa dengan gaya Solo. “Tarian tersebut diciptakan oleh S. Parmadi yang merupakan seorang dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo,” ungkapnya, Kamis (25/4).

Di samping itu, Kinkin menambahkan, tarian ini juga sebagai upaya untuk menanamkan kecintaan seni dan budaya kepada para siswa mulai dari tingkat SD sampai dengan SMP. Dengan begitu maka para siswa diajak untuk ikut melestarikan budaya ini. Untuk peserta yang ikut dalam tari Jaranan ini hanya siswa SD kelas 4 dan 5 serta siswa kelas 1 dan 2 SMP.



“Melalui tarian ini kami mengajak para generasi penerus ini untuk ikut dalam melestarikan budaya yang ada,” ucapnya.

Disinggung mengenai lama persiapan yang dilakukan, Kinkin menyampaikan bahwa persiapan lebih kurang satu bulan. Para peserta dilatih setiap Jumat dan Sabtu mulai pukul 15.00 WIB. “Untuk persiapan para peserta sudah rutin mengikuti latihan yang diselenggarakan rutin setiap Jumat dan Sabtu. Dan ini sudah enam kali latihan, tinggal dua kali latihan lagi sebelum pentas pada Senin nanti,” katanya.

Kinkin juga mengatakan, bahwa yang spektakuler dari tarian ini adalah nantinya para penari ini akan membentuk sebuah konfigurasi kepulauan di Indonesia. Mulai dari Jawa, Kalimantan, Sumatera dan juga kepulauan lainnya.
Sedangkan untik durasinya yakni hanya 15 menit saja.