Merasakan Sensasi Belanja di Pasar Comboran Malang Saat Kereta Api Lewat

MALANG KOTA – Comboran, begitu sebutannya. daerah di Jalan Halmahera sampai Jalan Irian Jaya, Kota Malang ini dari dulu dipenuhi oleh penjajah barang bekas.

Banyak area penjual di sini. Ada penjual sparepart motor, buku, jam, kacamata bekas. Bagi pencari barang bekas, ini layaknya surga.

Selain hal tersebut, ada yang menarik dari Comboran. Di belakang ruko Jalan Halmahera, terdapat kereta api milik PT Pertamina yang setiap hari lalu lalang melewati para pedagang barang loak ini.

Bukan rel keretanya yang menarik, tapi jalan di samping kiri dan kanan rel kereta api yang disesaki pedagang mulai pukul 7 pagi. Walaupun biasanya rel kereta steril, mereka tetap berjualan. pemandangan seperti ini layaknya ada di Thailand, Maeklong Market tepatnya, pasar yang sudah sering masuk berita itu.

Edi, pedagang yang mulai menjajakan dagangannya di Comboran sejak tahun 1973 ini mengaku sudah biasa dengan adanya kereta yang tiap hari lalu lalang saat lapaknya ramai pembeli. “Sudah biasa, sudah ada jadwalnya, yang membeli ini yang biasanya belum tahu,” ujar pria 80 tahun ini.

Menarik memang, saat kereta api itu mau lewat, bak peramal, pedagang seakan sudah tahu. “Awas, awas, onok sepur,” begitu kira kira imbauan ala kadarnya kepada pengunjung dan para awam yang tidak tahu menahu saat kereta api itu akan lewat.

Dengan cekatan, Edi dan beberapa pedagang lain merapikan barang dagangannya. radarmalang.id pun geleng-geleng kepala melihat kecepatan mereka menata barang yang hanya berjarak kurang dari sejengkal ini tanpa ada yang tertabrak badan kereta api.

Tidak lama kemudian kereta api pembawa bahan bakar minyak ini pun lewat. Di belakang, masinis memberi kode tertentu yang sayapun tidak mengerti artinya.

Imam, pedagang buku yang masih 4 tahun membuka lapak di pasar loak Comboran ini mengatakan, biasanya masinis akan memberi kode tertentu. “Biasanya bikin kode pakai jari, kalau 2 berarti akan ada 2 kereta lagi lewat,” ujarnya sambil melayani pembeli.

Penjaja barang loak di Comboran ini mengatakan mulai berjualan biasanya sekitar pukul 7 pagi dan akan ramai pukul 9. “Tidak ada waktu tutup, kalau udah dirasa sepi ya pulang,” ujar Miskan, pedagang berbagai barang loak.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Elfran Vido