Meong… Delapan ”Kucing” pun Menari

Aksi delapan kucing ini cukup menyita perhatian penonton Pentas Seni Tari di Gedung Kesenian Gajayana kemarin (20/8).

MALANG KOTA – Aksi delapan kucing ini cukup menyita perhatian penonton Pentas Seni Tari di Gedung Kesenian Gajayana kemarin (20/8). Setiap gerakan mereka, mulai dari melompat, berlari, hingga menggunakan cakarnya, bikin gemas para penonton yang didominasi ibu-ibu itu.

Tapi, kucing-kucing yang pandai menari itu bukanlah kucing yang sebenarnya. Melainkan delapan anggota Sanggar Tari Senaputra yang kemarin ikut meramaikan gelaran Pentas Tari di Gedung Kesenian Gajayana.

Pentas tari itu merupakan agenda rutin yang diadakan Sanggar Tari Senaputra dua kali dalam setahun. Total, ada 185 siswa yang tampil.

Mereka membawakan 23 macam tarian tradisional. Lima di antaranya merupakan tarian khas dari Malang. ”Tarian dari Malang itu di antaranya grebeg, remo, dan gading alit,” ujar Ketua Dewan Pelatih Sanggar Tari Senaputra Siti Sofiana.

Dia menyatakan, pentas ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan hasil dari latihannya. ”Anak muda kami latih untuk bisa mengkreasikan tari yang sudah dipelajari dengan latihan dan ditampilkan di pentas,” kata Siti.



Siti menyatakan, siswa Sanggar Tari Senaputra kebanyakan adalah anak-anak. ”Yang paling muda usianya baru tiga tahun,” kata dia. Tapi, ada pula ibu-ibu yang menjadi siswa dari Sanggar Tari Senaputra.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Darmadi, mengaku senang melihat anaknya bisa tampil. ”Ini menjadi bukti dari latihan yang dia (anak Darmadi) geluti selama ini,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shiddiq
Penyunting : Indra Mufarendra
Copy Editor : Dwi Lindawati
Fotografer : Darmono