Menurut Khatibul, SBY Lebih Hebat Dibanding Jokowi

Menurut Khatibul, SBY Lebih Hebat Dibanding Jokowi - JPNN.COM

Khatibul Umam Wiranu. Foto: dok.JPNN.com

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR Khatibul Umam Wiranu menilai, pencapaian Pemerintahan Joko Widodo dalam pengurangan angka kemiskinan, tidak cukup signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan, angka kemiskinan hanya turun 0,32 persen dalam tiga tahun terakhir. Dari 10,96 persen di 2014, menjadi 10,64 persen di Maret 2017.

“Di sisi lain, pencabutan subsidi BBM sangat dirasakan akibatnya dalam peningkatan harga bahan pokok masyarakat. Bahkan pernah dirasakan harga cabai rawit merah mencapai Rp 120 ribu per kilogram dari harga standar Rp 40 ribu,” ujar Khatibul pada refleksi akhir tahun, di Jakarta, Kamis (28/12).



Fakta lain, harga tarif dasar listrik, kata politikus Partai Demokrat ini, juga terus merangkak naik dan terasa mengagetkan masyarakat.

Demikian juga dengan pelayanan kesehatan melalui BPJS, dirasakan tidak manusiawi di beberapa rumah sakit, karena seringkali pasien pengguna BPJS ditolak. Mengakibatkan angka kemiskinan akan terus merangkak naik.

“Terlebih bencana di beberapa daerah, terus menghantui dan sudah pasti mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan yang sulit dikendalikan. Jika Pemerintahan Jokowi tidak memiliki formula jitu, maka penderitaan rakyat akan semakin meluas dan akan berakibat pada penurunan tingkat kesejahteraan sosial dan peningkatan angka kemiskinan di Indonesia,” ucapnya.

Khatibul kemudian membandingkan pencapaian pemerintahan Jokowi-JK, dengan kinerja pemerintah saat masih dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sepuluh tahun sebelumnya.

“Pemerintahan SBY telah melaksanakan kerja nyata dan upaya strategis dalam penanggulangan kemiskinan, utamanya mengurangi fakir miskin dengan berbagai program. Di antaranya, Program Beras untuk Rakyat Miskin, Program Keluarga Harapan, Program Jaminan Kesehatan Masyarakat, dan Program Bantuan Operasional Sekolah,” ucapnya.