Mentok di Risma, Seniman THR Wadul Khofifah

JawaPos.com – Seniman yang selama ini meramaikan Taman Hiburan Rakyat (THR) mengadukan persoalan mereka ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Mereka berharap ada solusi yang lebih manusiawi atas rencana penggusuran oleh Pemkot Surabaya yang menggandeng jaksa pengacara negara untuk menyuruh para seniman itu pindah.

Surat sudah dilayangkan kepada Gubernur Khofifah pada awal pekan. Mereka tinggal menunggu respons dari gubernur perempuan pertama Jawa Timur tersebut. Para seniman berharap bisa segera menghadap Gubernur Khofifah untuk segera menyampaikan persoalan mereka secara langsung.

Sekretaris Komunitas Seniman THR Henrik Adoni Sedex menuturkan, surat untuk Gubernur Khofifah itu sudah dikirimkan pada Selasa (11/6). Surat tersebut berisi permintaan untuk mendapatkan kebijakan yang lebih manusiawi dari Gubernur Khofifah terkait nasib para seniman THR. “Supaya para seniman ini lebih diperhatikan dan diberi alokasi tempat di THR,” jelasnya kemarin (12/6).

Upaya untuk menjalin komunikasi dengan Pemkot Surabaya bukannya tidak ada. Para seniman itu sudah mengirim surat kepada pemkot, tetapi tidak ada jawaban. Yang mereka terima justru surat somasi pertama. Batas waktu mereka untuk pergi meninggalkan THR adalah Senin (10/6). Tetapi, hingga kemarin, belum ada tindak lanjut dari somasi tersebut.



Ada informasi bahwa pemkot melalui jaksa pengacara negara akan mengirimkan somasi kedua. Hendrik menyebutkan, para seniman sudah mengetahui kabar itu. “Kami menunggu saja,” katanya.

Yang diinginkan para seniman tersebut adalah dialog yang lebih intens dengan pemkot, bukan langsung pengusiran dari THR. “Dulu kami ke THR itu juga atas permintaan untuk meramaikan THR yang sepi. Tapi, sekarang ini kami malah diusir,” ucapnya.

Pokok persoalan dalam masalah THR itu ialah para seniman menempati gedung-gedung di kompleks tersebut. Mereka menjadikan gedung itu sebagai tempat tinggal. Di Gedung Pringgodani yang digunakan untuk pentas ketoprak dan wayang orang juga dijadikan tempat tinggal. Lokasinya menempel di sisi barat dan depan. Ada hunian dengan sekat tripleks.

Bukan hanya itu, ada pula orang yang memanfaatkan tempat berjualan sebagai tempat tinggal. Bahkan, sisi selatan kompleks THR itu digunakan sebagai tempat produksi perkakas. Nah, pemkot pun ingin merehabilitasi dan merenovasi gedung-gedung pertunjukan tersebut.