Menteri Agama Bicara soal Penampilan di Muka Umum, Termasuk Cadar

Menteri Agama

Menurutnya, motif seseorang menggunakan cadar beragam. Bisa karena fashion mengikuti mode, atau refleksi dari keyakinan pemahaman keagamaan. Maka dari itu, Lukman menyampaikan ada dua hal menyikapi pemahaman ini.

Pertama, menghormati mereka yang bercadar seperti juga enghormati yang menggunakan atribut lain di muka umum.

“Itu bagian dari hak setiap kita. Apalagi kalau itu terkait dengan keyakinan, pemahaman ajaran agamanya,” ujar Lukman di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (16/5).

Kedua, Lukman berharap mereka yang bercadar dapat menyadari lingkungan sekitarnya juga ingin bisa berinteraksi.

“Jadi kedua belah pihak harus saling membangun kesadaran untuk saling menghormati,” tuturnya.

“Itu mengapa lalu ada ketentuan di sejumlah lembaga pendidikan atau tempat tertentu orang tidak boleh menggunakan cadar. Kententuan ini juga bagian yang harus dipahami, dimengerti oleh mereka yang menggunakan cadar,” tambah Lukman.

Menyikapi situasi terakhir, Lukman ingin mengajak masyarakat untuk mengembalikan agama kepada esensi ajarannya yang moderat atau tidak ekstrem kiri maupun kanan. Pasalnya, hakikat agama adalah moderat.

“Kewajiban kita semua untuk mengajak kedua kutub ini ke tengah dengan cara memahami dan mengamalkan ajaran agama yang moderat, kepada esensi ajaran agama yang sesungguhnya yang memanusiakan manusia. Agama hadir untuk melindungi harkat martabat kemanusiaan, bukan justru sebaliknya,” terang Lukman.

Agama, kata Lukman, tidak boleh diperalat, dimanipulasi, bahkan dieksploitasi untuk hal-hal yang justru menimbulkan saling menegasikan, merendahkan.

“Bahkan saling meniadakan satu dengan yang lain,” pungkasnya.


(rgm/JPC)