MENTAL SINGA Sempat Tertinggal, Aji Turunkan Pemain Berkarakter Menyerang

Arema FC memiliki momentum bagus saat melawan Persegres Gresik United malam ini (12/7) di Stadion Tri Dharma (Petrokimia) Gresik.

GRESIK – Mental bertanding penggawa Arema FC benar-benar mengalami perubahan besar. Tim ini mulai terbiasa mengembalikan kedudukan dan meraih kemenangan di menit-menit akhir meski sebelumnya sempat tertinggal. Jika sebelumnya meraih kemenangan secara dramatis melawan Sriwijaya FC, tadi malam (12/7) di Stadion Tri Dharma (Petrokimia) Gresik, Arema FC berhasil mengalahkan tuan rumah Persegres Gresik United dengan skor 3-2 dengan cara yang sama.

Kemenangan Arema FC baru ditentukan oleh Dedik Setiawan pada injury time babak kedua. Setelah mendapatkan umpan terobosan, arek Dampit ini berlari kencang dan melakukan chip pada bola. Aksinya tersebut berhasil menjebol gawang Persegres. Tak pelak, Stadion Tri Dharma yang dihadiri banyak Aremania bergemuruh seketika.

Gol keempat Dedik di Liga 1 benar-benar melegakan. Apalagi, sebelum Arema FC mencetak gol keduanya tadi malam, tim ini sempat tertinggal 2-1. Gol Persegres dicetak oleh Arsyad pada menit 9 dan Patrick Da Silva di menit 43. Sedangkan dua gol Arema FC yang lain dicetak oleh Cristian Gonzales di menit 19, dan Jad Noureddine pada menit 83.

Arema FC sempat tertinggal sejak sebelum turun minum hingga menit 83. Mental pemain yang tidak down dan terus menekan membuat tim ini berhasil menyamakan kedudukan. Secara statistik, Arema FC melepaskan 11 kali tembakan. Jumlah itu jauh lebih banyak dari Persegres yang hanya melakukan tembakan 6 kali percobaan.

Usai pertandingan, pelatih Arema FC Aji Santoso menyatakan, dia sudah memprediksi kalau melawan Persegres tidak akan mudah meskipun Laskar Joko Samudro, julukan Persegres, berada di dasar klasemen. ”Tadi sampai menit akhir seri. Alhamdulillah akhirnya kami bisa menang,” kata pria yang pernah menukangi Persela Lamongan ini.



Dia mengakui kalau lini belakangnya sempat lengah sehingga timnya harus kebobolan dua gol. Karena itulah, ketika jeda pertandingan Aji meminta anak asuhnya untuk disiplin menjaga posisi masing-masing. ”Gol lawan tercipta karena kurang tanggapnya pemain belakang,” katanya. ”Yang jelas, kami akan evaluasi untuk pertandingan ke depan,” imbuhnya.

Aji juga bersyukur anak asuhnya tidak drop saat tertinggal satu gol. ”Ketika tertinggal, saya banyak memasukan pemain berkarakter menyerang,” katanya. Pemain yang diturunkan pada babak kedua di antaranya Juan Pablo Pino dan Dedik Setiawan.

Sementara itu, Pelatih Persegres Gresik United Hanafi mengaku kecewa dengan kekalahan kesekian kalinya ini. ”Saya selalu sampaikan kepada pemain, Bisa! Bisa! Namun, tidak bisa,” kata dia.

Dia juga merasa dirugikan dengan keputusan wasit. Dalam pandangan Hanafi, Persegres seharusnya mendapatkan penalti saat babak kedua. ”Anak-anak juga tergesa-gesa. Arsyad juga sakit tadi, tidak tahu menit ke berapa,” jelasnya.

Terkait penjaga gawang Aji Saka yang sempat dilarikan ke rumah sakit karena membentur mistar gawang, Hanafi menyebutkan kalau kondisinya sudah membaik. ”Aji Saka sudah sadar, dan ada perkembangannya sangat baik,” pungkasnya. (adk/c1/riq)