Menristekdikti Klaim SBMPTN 2019 Sulit Dicurangi

JawaPos.com – Menristekdikti Mohamad Nasir mengklaim Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 lebih sulit untuk dicurangi. Pasalnya ujiannya berlangsung terbuka dan berkompetisi secara sehat.

“Ada perubahan cara seleksi dibanding tahun lalu. Tahun lalu sistemnya mereka daftar ke perguruan tinggi, lalu dites, kemudian diumumkan. Sekarang calon mahasiswa ikut tes, setelah selesai dapat nilai baru daftar,” ujar Mohamad Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (9/7).

Menristekdikti Mohamad Nasir saat uji coba sepeda motor listrik beberapa bulan lalu. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Rangkaian penerimaan mahasiswa baru dengan SBMPTN melewati sejumlah tahap. Berawal dari pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang berlangsung sejak pendaftaran 1 Maret hingga 1 April. Lalu Ujian dimulai 13 April sampai 26 Mei.

Peserta seleksi yang lulus dari UTBK baru mendaftar SBMPTN yang digelar pada 10-24 Juni. Kini sudah ada 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah memutuskan nama-nama yang terpilih.

Dari proses seperti itu, Nasir mengklaim seleksi penerimaan mahasiswa baru lebih sulit dicurangi dan terbuka. “Lalu kalau tahun kemarin, tes itu semua lingkungan PTN macetnya luar biasa. Karena ada penumpukkan massa. Saat ini kan enggak. Setelah dapat nilai di UTBK, baru bisa daftar ke PTN yang diinginkan. Enggak perlu ke kampus lagi,” ujarnya mengakhiri.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Indra Eka Setiawan