Menilik Kopi Merah Asal Kromengan Kabupaten Malang yang Go Internasional

KROMENGAN – Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum secangkir minuman kopi tersaji. Salah satu tahapannya bisa dilihat di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, yang kini terkenal dengan produk kopi merahnya. Disambangi Jawa Pos Radar Kanjuruhan beberapa waktu lalu, tampak beberapa petani sedang menyortir kopi yang sudah dijemur.

”Sortir dilakukan untuk menentukan kualitas,” terang Teguh Suwiyono, salah satu petani kopi di sana. Dari proses sortir itulah, petani bisa menentukan harga untuk kopi mentahnya. Teguh menyatakan, biji kopi paling murah dibanderol Rp 35 ribu per kilogram. Sementara yang paling mahal dijual dengan harga Rp 70 ribu.

Dia yang mempunyai 350 pohon kopi mengaku bisa memanen 2 kuintal kopi tiap enam bulan. ”Panen terakhirnya pada 20 (Agustus) lalu,” tambah Teguh. Komoditas kopi dari Desa Jambuwer sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya juga dipasarkan hingga ke luar negeri.

”Biasanya juga dibawa teman-teman yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Paling sering dibawa ke Hongkong,” imbuh dia. Kualitas kopi nomor satu dari Desa Jambuwer juga sudah dipasarkan hingga Amerika Serikat. Kepercayaan dari pasar itulah yang membuat petani tetap intensif memperhatikan kualitas kopi. (ben/c2/by)