Menhan Prabowo Subianto Nyaris Keok karena Adian Napitupulu dan Effendi Simbolon

Menhan Prabowo Subianto Nyaris Keok karena Adian Napitupulu dan Effendi Simbolon

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Sekretaris Jenderal Kemhan Laksamana Madya TNI Agus Setiadji (kanan) saat rapat dengan Komisi I. Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra/ama.

jpnn.com, JAKARTA – Rapat kerja perdana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Komisi I DPR, Senin (11/11), sempat dihujani interpusi.

Awalnya rapat terbuka untuk umum. Prabowo pun berkesempatan menyampaikan program-programnya. Namun, interupsi datang dari anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon.

Politikus PDI Perjuangan itu protes karena Prabowo Subianto tidak menjelaskan soal anggaran Kementerian Pertahanan secara terperinci.

Meski sebelumnya Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid sudah menyampaikan bahwa pagu alokasi anggaran Kemenhan 2020 adalah Rp 131. 182.597.806.

“Saya minta sekaligus dipaparkan, karena di sini ada dukungan anggaran. Menhan tidak singgung, hanya visi misi, itu juga masih visioner dan tidak menyinggung anggaran. Tolong sampaikan. Ini jadi bahasan rapat,” kata Effendi.

Anggota Komisi I DPR Saifullah Tamliha juga menyampaikan interupsi. Namun, ujar Tamliha, sesuai rapat ketua kelompok fraksi dengan pimpinan komisi, pembahasan anggaran akan dilakukan dalam rapat yang tertutup.

Prabowo pun menimpali. Dia siap membahas anggaran tetapi dalam rapat tertutup. “Mengenai perincian dan anggaran saya mohon tertutup. Kami akan sampaikan, kita bahas,” kata mantan Danjen Kopassus TNI AD itu.

Effendi kembali bersuara. Dia mengatakan kenapa awal rapat dilakukan terbuka, sementara soal anggaran harus rapat tertutup.