Menhan Prabowo Hadiri Pertemuan ADMM Plus di Bangkok, Begini Pidatonya

Info dari Waketum Gerindra: Prabowo Sudah Boleh Masuk AS - JPNN.com

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (23/10). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, BANGKOK – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri pertemuan tahunan ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Plus 2019 di Bangkok, Thailand, Senin (18/11). Pada pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan pandangannya terkait ancaman, tantangan dan isu-isu yang berkembang di kawasan, termasuk soal Laut China Selatan.

“Perkembangan keamanan di kawasan juga diwarnai pasang surut kekuatan-kekuatan besar, isu Laut China Selatan dan Semenanjung Korea yang berimbas pada stabilitas keamanan di kawasan,” kata Prabowo dalam forum pertemuan Menhan negara-negara ASEAN ditambah mitra wicara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, India, Jepang, Korea, Selandia Baru dan Rusia itu.

Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan, ancaman tradisional dan nontradisional masih menjadi hal yang mengkhawatirkan, khususnya terkait terorisme, pencurian sumber daya alam, penyelundupan senjata, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, wabah penyakit, perang siber dan intelijen.

Terkait isu Laut China Selatan, Prabowo menyampaikan apresiasinya atas perkembangan positif yang ada. Indonesia mendorong kesepakatan tentang finalisasi code of conduct (CoC) negara-negara yang terlibat sengketa di Laut China Selatan, sehingga jalur komunikasi dan perdagangan tak terganggu.

Prabowo juga menyinggung perkembangan tentang persoalan di Semenanjung Korea yang kian positif. Hal itu seiring membaiknya komunikasi Korea Utara dengan dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Selain itu, Prabowo juga berbicara tentang penanganan Rakhine State di Myanmar. Menurutnya, ada perkembangan tentang persoalan di Myanmar yang menimbulkan jutaan pengungsi tersebut.

Menurut Prabowo, untuk mencapai stabilitas keamanan di kawasan memerlukan langkah diplomatik dan dukungan dunia internasional. Indonesia mengharapkan peran negara mitra wicara melalui kerja sama strategis dan multinasional di kawasan Indo-Pasifik bisa mewujudkan kawasan yang stabil, aman dan damai dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.

Beberapa kerja sama di tujuh area kerja sama ADMM Plus yang dilaksanakan telah memberikan manfaat sangat besar, khususnya dalam meningkatkan interoperabilitas, serta berbagi kemampuan militer melalui latihan bersama. “Kerja sama yang kukuh ini menjadi modal bersama dalam menghadapi segala bentuk ancaman di kawasan,” tutur Prabowo.