Mengintip Potensi Jeruk dari Poncokusumo

PONCOKUSUMO Potensi pertanian dari Kecamatan Poncokusumo mendapat perhatian khusus dari Pemkab Malang. Kemarin (2/12) saat digeber giat Gerakan Membangun (Gema) Desa di sana, potensi itu banyak mendapat sorotan.

Salah satunya yakni komoditas jeruk. Bupati Malang H.M. Sanusi yang memimpin kegiatan rutin Pemkab Malang itu bahkan mengatakan bila jeruk pontianak asal Poncokusumo memiliki kualitas terbaik di Jawa Timur.

”Dalam setahun produksi, tiap hektare bisa mencapai 40 ton,” kata dia saat singgah di Desa Poncokusumo. Saat ini, komoditas jeruk dari sana banyak dijual ke berbagai daerah. Selain Malang Raya, juga dipasarkan hingga ke Surabaya, Semarang, Jogjakarta, dan Jakarta.

Ke depan, Pemkab Malang berencana untuk membangun wisata petik jeruk di Poncokusumo. ”Kalau wisatawan sudah ramai, yang mau ke Bromo bisa juga ke wisata petik jeruk. Untuk kapan (wisata petik jeruk), masih belum bisa ditentukan. Fokusnya masih di produksi dulu,” terang Sanusi.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Poncokusumo Mochamad Irwan menyebut bila faktor geografis turut mempengaruhi kualitas produksi jeruk pontianak di wilayahnya. ”Jeruk ini sebenarnya berasal dari Pontianak.

Namun kualitasnya jadi lebih baik ketika ditanam di sini,” terangnya. Selain dikirim ke sejumlah daerah, dia juga menyebut bila produksi jeruk dari warga juga sudah diekspor ke beberapa negara tetangga. Seperti Malaysia dan Singapura. ”Jenis jeruk yang biasa diekspor biasanya yang berukuran kecil,” tutupnya.

Pewarta : Bagus Prakoso
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya