Mengenal Sosok Sunarman di Mata Sipir Rutan Solo








JawaPos.com – Sudah seminggu ini, Sunarman bin Sutino, 38, narapidana Lapas kelas IIA Palu menempati rumah tahanan (Rutan) Kelas IA Solo. Selama menempati Rutan Solo, Sunarman mengaku lebih nyaman.







Selain dekat dengan keluarga, dirinya juga lebih mudah berkomunikasi dengan sesama Napi lain. Selain itu, selama menempati kamar nomor 9 Blok D, Sunarman juga sering mendapatkan nasihat dari Solichin. 







Solichin merupakan pejabat di Kasi Pelayanan Rutan Solo. Semenjak masuk ke Rutan Solo, Solichin begitu mengapresiasi Sunarman. Salah satunya, karena Napi kasus narkoba tersebut dengan sukarela dan tanggungjawab bersedia menyerahkan diri ke Rutan Solo.



REWARD: Kasi Pelayanan Rutan Kelas IA Solo, Solichin saat berada di ruang kerjanya. (Ari Purnomo/JawaPos.com)







Menurutnya, dari yang dilakukannya, Sunarman memiliki sikap yang sangat kooperatif. Maka dari itu, dirinya pun sering memberikan nasihat kepada Sunarman. Nasihat diberikan agar Sunarman tidak lagi mengulangi perbuatannya. Baik itu menggunakan narkoba, maupun melakukan tindak kejahatan lainnya.







“Ya ini buat pengalaman saja, agar tidak mengulanginya setiap hari. Beruntung belum sampai kecanduan,” terangnya saat ditemui JawaPos.com di ruang kerjanya, Senin (22/10).







Solichin melihat, bahwa Sunarman adalah sosok yang cukup baik dan bertanggungjawab. Tetapi, dia hanya tergoda saja dengan iming-iming temannya yang menawari narkoba. Dari kesediaannya menyerahkan diri ke Rutan, Solichin melihat ada rasa tanggungjawab yang besar dari sosok Sunarman.








Mengingat, Sunarman yang divonis empat tahun penjara itu baru menjalani masa hukuman satu tahun lima bulan. Jadi masih ada masa hukuman sekitar dua tahun tujuh bulan lagi.








“Tetapi Sunarman dengan rasa tanggungjawab mau menyerahkan diri didampingi oleh kakak sepupunya. Dia ingin menyelesaikan sisa masa tahanannya. Dan saat menyerahkan diri ke Rutan kakak sepupunya yang ikut mendampingi juga berani menjaminkan dirinya untuk Sunarman,” pungkasnya.














(apl/JPC)