Mengenal Sisu, Pedoman Sukses Bagi Orang Finlandia

Mengenal Sisu, Pedoman Sukses Bagi Orang Finlandia

Sisu memiliki makna yang sulit diterjemahkan ke bahasa lain. Gampangnya, Sisu mengandung arti bertahan, berusaha melewati batas, pantang menyerah hingga berhasil. Jadi, bagi orang Finlandia, dengan semangat Sisu semua bisa dicapai. Seberat apapun tantangannya. Bahkan, saat kelihatannya tidak ada peluang sama sekali.

Konsep Sisu diyakini sudah ada sejak 500-600 tahun silam. Lantas, mengakar pada masyarakat Finlandia hingga kini. Sisu membuat masyarakat Finlandia selalu pantang menyerah apapun halangan yang mereka hadapi. Termasuk saat menghadapi musim dingin yang panjang dan ekstrem. Bayangkan, sekolah dan kantor tetap beraktifitas normal walaupun suhu turun hingga minus 30 derajat celcius.

Suasana di Rautatientori Helsinki, Finlandia. Masyarakat di sana menggunakan Sisu sebagai jalan hidup untuk tidak mudah menyerah
(Nadhirariani for JawaPos.com)

Dalam sejarahnya, Finlandia membuktikan filosofi Sisu dalam perang melawan Rusia pada 1939-1940 yang dikenal dengan ‘Winter War’. Dalam perang tersebut, Rusia yang memiliki pasukan militer sekitar 2,5 juta personil melakukan invasi ke wilayah Finlandia. Negara yang penduduknya hanya berjumlah 4 juta orang. Saat itu, pasukan militer Finlandia berjumlah 800 ribu orang.

Awalnya perang itu dianggap sangat sulit bagi Finlandia. Walaupun begitu, dengan jumlah yang jauh lebih sedikit, Finlandia berhasil mempertahankan wilayahnya dan perang berakhir dalam kurun waktu 4 bulan.

Bukan hanya dalam perang, sisu juga diterapkan dalam praktek bisnis dan dunia kerja masyarakat Finalndia. Berbagai sekolah bisnis dan konsultan bisnis dunia menilai sisu sebagai kunci kesuksesan banyak perusahaan asal Finlandia. Perusahaan teknologi dan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia misalnya. Perusahaan ini berhasil membuat berbagai innovasi dalam bisnisnya berkat sisu.

Minna Aila, Vice President Corporate Affairs Nokia menyatakan dalam blognya bahwa Nokia dapat maju dan berkembang berkat Sisu. Katanya, Sisu tertanam dalam nilai perusahaan serta setiap personilnya.

Menurut pakar psikologi dan sosial Emilia Lahti, Sisu merupakan sebuah pola pikir (mindset) untuk menghadapi kesulitan dan tantangan yang sangat ekstreme. Pola pikir itu membantu melewati apa yang dianggap sebagai ‘batas maksimal’ dari yang kita bisa. Sisu membawa kita menuju sesuatu yang lebih dari apa yang dibayangkan bisa dilakukan.

Sisu sebagai pola pikir dapat diasah. Menurut Emilia Lahti, 3 cara untuk mengasah Sisu. Pertama, dengan melakukan olah raga maraton. Olah raga itu melatih individu untuk memaksa diri mencapai tujuan tertentu dan juga menjaga motivasi hingga garis akhir. Kedua, berkaca dari apa yang telah kita capai. Merefleksikan diri terhadap apa yang sudah dicapai, dapat memupuk semangat dan pola pikir positif terhadap tantangan-tantangan lain.

Ketiga, mencari contoh orang yang sukses melewati batas kemampuannya. Jika orang lain bisa, kita juga pasti bisa!. Jadi, Sisu dapat diasah dan diterapkan bukan hanya oleh orang Finlandia, tapi oleh siapa saja yang mau mulai melatih diri mereka. Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah mau ikut mencoba mengasah Sisu?

Dibagikan ulang oleh:

Nadhirariani

M.A. Candidate in Intercultural Management and Communication University of Jyväskylä,

tim editor PPI Dunia (ppidunia.org)

untuk JawaPos.com


(*)