Mengenal Mbah Sutikno, Onthelis 5 Negara yang Bersepeda Demi Kampanyekan Hidup Sehat

MALANG – Makin tua, makin menjadi. Ungkapan itu rasanya tepat digunakan untuk menggambarkan Slamet Sutikno. Di usianya yang sudah kepala tujuh, dia terus mengampanyekan hidup sehat lewat bersepeda.

Keriput dan fisik yang sudah renta ternyata tidak mampu mengalahkan semangatnya. Tak disangka pria yang kini sudah menginjak usia 77 tahun itu punya sejarah hebat. Dia sudah mengunjungi 5 negara di Asia. Bukan memakai kendaraan bermotor ataupun transportasi umum, tapi menggunakan sepeda onthel miliknya.

“Selama 2016 sampai 2017 itu saya sudah bersepeda mengelilingi indonesia. Di sela ngonthel lewati Indonesia itu, saya ke negara lain seperti Malaysia, Singapore, Brunai, sampai Timor Leste,” tukas Pria yang akrab disapa Mbah Sutikno.

Mbah Sutikno menuju Malaysia lewat Klang di Selangor dan tiba di Kuala Lumpur pada 12 Mei 2016. Kemudian menuju Johor- Tawau – Sabah. 

Pria yang beralamat rumah di RT 4 RW 2 Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu menyebut dirinya Onthelis. Ngonthel, sudah jadi kegiatannya sejak duduk di kelas II Sekolah Rakyat (SR)

Mbah Sutikno mengayuh sepeda dengan berat 70 kilogram selama menyelesaikan tantangan yang ia buat sendiri kala itu. Dimulai di Sabang dan diakhiri di Merauke. Selama diwawancarai radarmalang.id, raut muka bahagia terlihat sambil dia menunjukkan foto-foto perjuangannya kala itu. Termasuk saat dia berswafoto di titik nol kilometer Indonesia.

Pria kelahiran 1942 silam itu juga mengaku pernah melewati Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi dan wilayah NTT hingga NTB kemudian kembali ke Malang, tempatnya memulai trip ini.

“Saya ingin menyebarkan pesan kalau sepedaan itu sehat, bisa juga menambah saudara dan teman selama perjalanan,” paparnya, Minggu, (17/11).

Tujuan utamanya selain mengampanyekan hidup sehat lewat sepeda, juga dia ingin membudayakan ngonthel. Di Pakisaji sendiri ada klub onthelis yang aktif kopdar hingga adakan kegiatan sosial. Mbah Sutikno masuk di dalamnya.

“Walau sepedaan tapi harus tertib lalu lintas dan sopan di jalan,” tandasnya saat ditemui di sebuah acara bertajuk Pesta Rakyat di Pakisaji, Kabupaten Malang.

Pria yang juga adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Madya Malang tahun 1988 silam mengaku ingin pergi bersepeda ngonthel ke Belanda jika masih diberikan kesempatan.

“Di sana katanya banyak sepeda onthel peninggalan Indonesia, saya ingin melihatnya,” tukas penuh haru.

Sepedanya milik Mbah Sutikno sendiri sebenarnya simple. Khas onthel jadul. Hanya saja, ada beberapa bagian yang dia modifikasi. “Ini di belakang sepeda saya kasih bendera Indonesia, karena saya orang Indonesia. Ada juga wadah pakaian, obat dan perlengkapan memperbaiki sepeda jika di jalan tiba-tiba rusak,” tuturnya.

Tipsnya agar selalu tetap fit, dia selalu memakan satu siung bawang putih selama perjalan. “Sehari tiga kali, Alhamdulillah tidak pernah sakit,” tutup Sutikno.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting: Fia