Mengenal Alpukat Cipedak, Kaya Nutrisi dan Legit di Mulut

JawaPos.com – Buah alpukat dikenal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Lemak yang tersimpan di dalamnya adalah lemak baik yang mampu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. Kali ini ada satu jenis alpukat yang berbeda, namanya alpukat Cipedak.

Tumbuh di Kampung Cipedak Jalan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, alpukat Cipedak memiliki tekstur yang berbeda. Lebih legit, warnanya kuning terang, dan kandungan nutrisinya lebih kaya.

Dicoba langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali dalam kegiatan Ngalap Alpukat Cipedak di Kampung Alpukat RW 09, alpukat tersebut terlihat berbeda dengan alpukat pada umumnya. Alpukat mempunyai nama latin Persea Americana berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah.

Penyebutan varietas alpukat ini diambil dari daerah di Jakana Selatan yaitu kampung Cipedak RW 09 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamakan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Keunggulan varietas alpukat Cipedak adalah masa berbuahnya yang produktif, memiliki tekstur daging yang legit, manis dan tebal, kulit yang tipis sehingga bisa dikupas seperti membuka buah pisang.

Wali Kota Jakarta Selatan mencoba alpukat Cipedak di Srengseng Sawah Jakarta Selatan. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)



“Mempunyai daging buah yang kuning seperti mentega serta rasa legit, manis dan tebal merupakan keistimewaan yang dimiliki oleh alpukat. Bahkan lebih enak dari alpukat mentega menurut saya. Dan tidak disukai ulet,” kata Marullah kepada wartawan, Minggu (16/6).

Banyak Lemak Tak Jenuh dan Vitamin C

Setelah diteliti oleh Dinas Pertanian setempat, kandungan vitamin C dalam alpukat tersebut yakni sebanyak 52,5 gram. Kandungan lemaknya 20-23 kali lebih banyak dibanding buah lainnya.

“Lemak aman karena termasuk lemak tak jenuh yang mudah dicerna dan berguna bagi tubuh. Maka bagus untuk menurunkan kolesterol,” kata tokoh masyarakat yang melakukan budidaya alpukat Cipedak, Jazuri.

Kelebihan lainnya, alpukat tersebut mudah ditanam meski harus di tanah pekarangan yang cukup lebar. Akarnya cenderung lunak dan tidak merusak lantai pemilik rumah.

“Untuk alasan kesehatan baik daun atau akarnya masih harus diteliti lebih lanjut,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani