Mengajar dengan Cuplikan Film, Sering Selipkan Humor dan Motivasi

Di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdikarhanud) Batu ada guru militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) yang dinobatkan sebagai guru terbaik se- Indonesia pada 2017. Namanya Kapten Fredy Jaguar.  Bagaimana bisa dia meraih prestasi tersebut?

Kalem dan santai. Demikianlah sekilas sosok Kapten Fredy Jaguar. Saat ditemui wartawan koran ini di tempat kerjanya kemarin (23/8), dia mengenakan pakaian dinas harian (PDH) kantor. Dengan jas berwarna hijau, juga celana hijau. Serta, sepatu pantofel hitam yang cukup mengilat.

Tahun 2017 ini, dia mendapatkan prestasi sebagai guru militer terbaik. Penghargaan tersebut didapat pada Februari lalu. Penghargaan itu pun langsung diberikan oleh Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI-AD Letjen TNI Agus Kriswanto.

Perlu diketahui, setiap tahun TNI-AD memang mengadakan lomba untuk guru militer yang diikuti para prajurit tingkat bintara hingga perwira. Bahkan, jumlah pesertanya mencapai ratusan orang.

Mereka utamanya dikirim dari pusat-pusat kecabangan yang ada di dunia militer sehingga datang dari berbagai korps. Namun, yang dinilai lebih kepada sistem pembelajaran dan inovasinya.



Fredy menceritakan, awalnya dia mengikuti lomba melalui seleksi awal tingkat markas di Pusdikarhanud. Saat itu, dia dipilih oleh pimpinan. ”Yang menunjuk langsung Bapak Kolonel Mirza, komandan waktu itu, sebelum beliau pindah,” ujar pria kelahiran 21 Desember 1984 ini.

Setelah diperintahkan untuk ikut, Fredy langsung berangkat. Sebab, dia memang sudah berpengalaman sebagai guru militer selama satu tahun terakhir. Yakni, memberikan materi pembelajaran taktik perang serta tugas staf.

Ketika mengikuti lomba, dia pun menampilkan apa yang sudah dipraktikkannya sehari-hari. Tepatnya, tentang bagaimana sistem pembelajaran yang diterapkan dan inovasi yang dimilikinya.

Fredy pun menyebutkan beberapa poin yang dinilai dalam lomba tersebut. Antara lain, tata cara pengajaran, materi yang disampaikan, metode yang digunakan, kesesuaian antara materi dan metode, dan harus bisa menarik minat siswa. ”Saya juga berusaha agar membuat suasana kelas selalu aktif. Caranya dengan mengajak siswa militer agar mau bertanya,” tutur suami dari Amry Nurmalasari tersebut.

Menurut dia, dirinya sudah membuang jauh metode pembelajaran di kelas yang kaku dan tegang. Sebab, baginya, itu merupakan metode yang konvensional. ”Soalnya, saya sudah pernah merasakan kelas yang seperti itu. Sekarang saya tidak mau menerapkan hal yang sama,” kata bapak dua orang anak ini.

Agar membuat siswa lebih akrab, Fredy memiliki trik tersendiri. Yaitu, dengan membawa humor-humor segar. Namun, itu sesekali dilakukanya. ”Biar suasana di kelas bisa cair,” jelas perwira dengan pangkat tiga balok ini.

Kemudian, dia juga terbiasa memberikan kata-kata motivasi yang mampu menginspirasi siswa. Tujuannya agar para siswa bisa lebih semangat dalam belajar. ”Karena ini di dunia militer, yang sering saya kutip ya perkataan Jenderal Besar Soedirman,” tuturnya. ”Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah!” ujarnya menirukan perkataan Jenderan Besar Soedirman.

Menurut dia, hal terpenting ialah tata cara pengajaran harus sesuai instruksi atau standar pendidikan militer. Selain itu, tetap mengedepankan sikap disiplin tentara. ”Kalau disiplin ya harus tetap,” paparnya.

Sementara untuk inovasi pembelajaran, Fredy biasa mengambil cuplikan dalam adegan film. Untuk membuat beberapa adegan menjadi satu scene, dia membuatnya sendiri. ”Saya menguasai beberapa software untuk membuat editan video,” kata pria asal Magelang, Jawa Tengah ini.

Hal itu karena Fredy memang suka belajar. Terutama untuk hal-hal yang baru. Karena itu, tidak heran jika dia bisa menguasai software pembuatan video. ”Sekarang belajar bisa lewat mana saja. Di YouTube banyak contoh yang bisa diambil,” bebernya.

Karena berangkat dari Korps Artileri Pertahanan Udara, Fredy biasa mengambil potongan film peperangan darat yang mengarah ke udara. ”Cuplikan film bagaimana pesawat tertembak dan kemudian jatuh biasa saya tampilkan ke siswa,” lanjut dia. Dengan begitu, siswa sangat antusias mengikuti kelasnya. Sebab, hal tersebut termasuk baru dalam metode pembelajaran. Dia membuat teori yang disampaikan lebih nyata.

Dengan inovasinya itu, siswa makin betah berlama-lama di kelas. Sebab, tujuannya memang untuk menghilangkan kebosanan dan rasa ngantuk.

Bisa jadi, kepiawaian Fredy dalam mengajar tersebut karena dirinya ada keturunan pengajar. Bapaknya adalah seorang guru SD di tempat asalnya. ”Kakek saya tentara, bapak guru. Kalau dipadukan, seperti saya sekarang ini, guru militer,” jelasnya lalu tertawa.

Sementara itu, nama unik yang dimilikinya tersebut karena bapaknya dulu adalah pencinta musik rock. Bapaknya sangat mengidolakan vokalis Band Queen Freddy Mercury dan vokalis Band Rolling Stone Mick Jagger. ”Kerena lidah Indonesia, akhirnya jadi Jaguar. Bukan Jagger,” imbuhnya kembali mengeluarkan joke.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Bahrul Marzuki