Mendag Agus Suparmanto Semringah TEI Catatkan Transaksi Rp 153 Triliun

JawaPos.com – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 yang digelar 16-20 Oktober 2019 mencatatkan transaksi senilai USD 10,96 miliar atau Rp 153,38 triliun. Nilai transaksi naik 29,04 persen dibandingkan capaian tahun 2018 sebesar USD 8,49 miliar atau Rp 127,33 miliar.

“TEI berhasil, nilai transaksi USD 10,96 miliar atau senilai Rp 153,38 triliun untuk perdagangan, jasa, serta investasi. Naik 29,04 persen dibanding tahun lalu,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Sabtu (26/10).

Mendag menjelaskan, transaksi perdagangan terdiri diri transaksi produk (barang) sebesar USD 1,54 miliar. Meliputi penandatanganan kontrak dagang/MoU sebesar USD 698,34 juta dan transaksi di stan pameran USD 687,60 juta.

Kemudian misi dagang lokal USD 50,63 juta, penjajakan kesepakatan dagang atau business matching USD 67,11 juta, Kementerian Kelautan dan Perikanan USD 10,43 juta, forum bisnis hortikultura USD 8,78 juta serta kuliner dan pangan nusa USD 457,14 ribu.

“Untuk transaksi perdagangan jasa sebesar USD 120,08 juta. Sementara itu transaksi investasi berhasil membukukan nilai sebesar USD 9,29 miliar,” lanjut menteri asal PKB ini.

Mesir menjadi negara dengan transaksi terbesar dalam TEI 2019 mencapai USD 270,51 juta atau 18,13 persen dari total nilai transaksi. Kemudian Jepang sebesar USD 260,01 juta (17,43 persen), Tiongkok sebesar USD 201,52 juta (13,51 persen), India sebesar USD 96,71 juta (6,48 persen), dan Inggris sebesar USD 94,44 juta (6,33 persen).

Produk yang paling diminati adalah makanan olahan sebesar USD 390,26 juta (26,16 persen), kertas dan produk kertas sebesar USD 289,64 juta (19,41 persen), kelapa sawit/CPO sebesar USD 166,65 juta (11,17 persen), produk pertanian sebesar USD 128,92 juta (8,64 persen), dan kopi kertas sebesar USD 111,85 juta (7,50 persen).

“Untuk misi pembelian, selama penyelenggaraan TEI ke-34 tercapai 114 kesepakatan dagang dengan total nilai kontrak sebesar USD 3,19 miliar. Nilai tersebut terdiri atas transaksi investasi,
produk barang, seperti makanan olahan, kertas dan produk kertas, produk pertanian dan perkebunan, produk perikanan, bumbu masak, serta rempah-rempah dan lainnya” pungkasnya.