Menanti Waktu Berbuka Puasa Dengan Ikuti Lomba Rias Nasi Goreng

Putri Wijaya, salah satu peserta lomba rias nasi goreng yang mendapatkan juara dua.

Terlihat, tujuh peserta yang didominasi ibu rumah tangga ini, beradu kreativitas merias nasi goreng semenarik mungkin. Dengan keahlian yang mereka miliki, terbukti menghasilkan berbagai bentuk varian makanan berbahan dasar nasi goreng tersebut.

“Kami mengadakan lomba rias nasi goreng karena lebih simpel. Dan pastinya tidak mengganggu ibadah puasa mereka. Para peserta tidak harus masak ditempat, bahkan tidak perlu mencicipi. Semua bahan sudah disiapkan panitia, jadi peserta tinggal merias saja,” tutur salah satu Manajemen KDS, Linda Sentosa, Jumat (18/5).

Putri Wijaya, salah satu peserta lomba rias nasi goreng saat tengah menghias nasi goreng.
(yu)

Tujuh porsi nasi goreng itu, telah siap tersaji di tujuh meja yang disusun di pelataran parkir pusat perbelanjaan di Jalan Veteran Kota Bojonegoro itu. Para peserta bersiap di mejanya masing-masing, sesuai nomor urut pendaftaran untuk menunggu dimulainya lomba.

Para ibu ditantang menghias nasi goreng dengan menggunakan irisan tomat, mentimun, telur dadar, wortel, jeruk dan daun sawi. Sederhana, tapi membutuhkan kreativitas tinggi dari para peserta.

Tidak membutuhkan waktu lama, para peserta pun dapat menyelesaikan lomba tepat waktu dengan bentuk bervariasi. Ada yang membentuk bola-bola kecil dikolaborasikan dengan bentuk hewan, sehingga menyerupai boneka. Ada pula yang berbentuk hati dan beberapa bentuk unik lainnya.

“Peserta kami beri kebebasan dalam merias nasi goreng sesuai keinginannya. Seperti yang kita saksikan. Selain itu, dari hasil yang disajikan, selanjutnya akan dinilai dewan juri berdasarkan bentuk paling menarik. Tentunya hiasan paling bagus yang terpilih menjadi pemenang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kegiatan lomba rias nasi goreng ini diikuti oleh tuju peserta. Dimana semua pesertanya, merupakan ibu-ibu yang memiliki Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bojonegoro. Selain itu, lomba ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas para ibu dalam menyajikan masakan untuk keluarga di bulan Ramadan.

“Meski baru pertama kali digelar, banyak masyarakat yang antusias menyaksikan lomba ini sembari menunggu berbuka puasa. Kami juga telah bekerja sama dengan Dinas UMKM dan Pariwisata Bojonegoro. Produk lokal yang dihasilkan pengusaha UMKM juga sering kita tampilkan disini,” terangnya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari. Mulai dari Kamis (17/5) kemarin. Live musik nuansa Ramadan mengiringi kegiatan dikemas dengan tema ‘Bazaar Takjil Ramadan’. Dalam kesempatan event ini panitia juga menyediakan 18 stan untuk pengusaha UMKM.

Sementara itu, salah satu peserta lomba Putri Wijaya mengaku, sudah berpengalaman mengolah berbagai masakan. “Lomba ini menarik, karena hanya merias nasi goreng yang telah disiapkan panitia, jadi tidak terlalu ribet. Namun menguji kreativitas,” kata Putri.

Dengan bahan yang tersedia, ia mampu mengkreasikan nasi goreng menjadi makanan yang terlihat unik dan menggugah selara bagi yang menyaksikanya. “Saya membuat nasi goreng berbentuk beruang sedang tidur manis. Saya dapat juara dua,” tutupnya.


(yud/JPC)