Menanti Tetralogi Arema FC vs Persebaya

MALANG KOTA – Tak ada habisnya membahas rivalitas antara Arema dengan Persebaya. Apalagi, dalam setahun belakangan ini, keduanya terlibat persaingan seru di berbagai ajang.

Seperti diketahui, setelah lama alpa karena Persebaya sempat terkena sanksi dari PSSI, rivalitas itu kembali muncul di awal tahun lalu. Dimulai dari ajang Piala Gubernur Kalimantan Timur.

Arema FC bertemu Persebaya di babak semifinal. Arema FC menang 2-0 pada laga yang digelar di Stadion Palaran, Samarinda, 2 Maret 2018.

Persaingan lantas berlanjut di Liga 1. Di mana kedua tim saling mengalahkan. Arema FC menang 1-0 saat laga digelar di Stadion Kanjuruhan. Sementara Persebaya juga menang 1-0 saat laga digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Di klasemen akhir Liga 1, kedua tim juga finis berdekatan. Persebaya finis di posisi lima, menyusul Arema FC di posisi enam.

Tahun ini, persaingan kedua tim dimulai di Piala Presiden. Tensi persaingannya lebih tinggi karena terjadi di partai final. Setelah final leg pertama di Stadion GBT yang berakhir imbang 2-2, Arema FC memenangkan leg kedua dengan skor 2-0.

Setelah Piala Presiden, baik Aremania maupun Bonekmania, tak perlu menunggu lama untuk melihat tim kesayangannya bentrok di lapangan. Mengacu draf jadwal pertandingan yang sudah dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Arema FC harus menghadapi Persebaya di Stadion GBT, 21 Mei mendatang.

Di putaran kedua liga, laga Arema FC vs Persebaya bakal digelar 22 September. Pada laga ini, giliran Arema FC yang menjadi tuan rumahnya.

Artinya, di tahun  ini, Arema FC menghadapi empat laga kontra Persebaya. Bisa dikatakan, inilah tetralogi Arema FC vs Persebaya.

Asisten pelatih Arema FC Kuncoro mengutarakan pendapatnya soal bakal bertemunya lagi Arema FC dengan Persebaya. Terutama di awal liga, di mana jarak waktunya tidak jauh dengan final Piala Presiden.  ”Kalau melihat jadwal ya seperti itu,” kata Kuncoro, kemarin.

Meski meraih hasil bagus pada dua pertemuan sebelumnya, Arema ogah jemawa. Sebab, pascagagal meraih juara di Piala Presiden, Persebaya pasti melakukan pembenahan.

”Tapi kami juga harus lebih baik karena ke depannya ini kompetisi bukan turnamen seperti sebelumnya. Jangan sampai lengah dan tersungkur,” ungkap mantan pemain Arema itu.

Klub-klub lain juga sama. ”Siapa yang menyangka kalau Kalteng Putra sampai semifinal. Itu artinya mereka tim bagus, begitu juga PSS Sleman, mereka bangun tim yang bagus juga,” ungkap asisten pelatih dengan lisensi B AFC itu.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra
Fotografer          : Darmono