Menaker Pimpin Delegasi Indonesia Dalam Konferensi Perburuhan Internasional di Swiss

Menaker Pimpin Delegasi Indonesia Dalam Konferensi Perburuhan Internasional di Swiss - JPNN.COM

jpnn.com, JENEWA – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memimpin Delegasi Indonesia dalam rangkaian acara Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labor Conference (ILC) ke-108 yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss.

Menaker Hanif mengatakan pemerintah Indonesia mendukung penyelenggaraan ILC ke-108 ini sebagai sarana meningkatkan komitmen dan kerja sama bidang ketenagakerjaan di antara negara-negara anggota International Labour Organization (ILO).

“Perbaikan dan peningkatan pembangunan ketenagakerjaan serta perjuangan kepentingan Indonesia di dunia internasional harus dimanfaatkan secara optimal melalui kegiatan ILC ke-108 ini,” kata Menaker M. Hanif Dhakiri di Jenewa, Swiss, Senin (17/6).

ILC ke-108 ini diagendakan berlangsung dari tanggal 10 hingga 21 Juni 2019 yang dihadiri oleh perwakilan delegasi dari 187 negara anggota ILO dan 5.700 jumlah delegasi.

Pertemuan-pertemuan dalam ILC yang digelar setiap tahun secara rutin ini melibatkan unsur tripartit dari masing-masing negara yang terdiri dari unsur pemerintah, asosiasi pengusaha, dan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB).

Pertemuan ILC ke-108 mengusung tema utama yaitu Centenary Session on Work for a Brighter Future telah dibuka secara resmi pada tanggal 10 Juni 2019. Sidang ILC ini didahului dengan pertemuan masing-masing unsur tripartit kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama untuk mencari terobosan dan solusi dalam menangani berbagai isu dan tantangan ketenagakerjaan yang tengah terjadi.

Pada Sidang ILC tahun ini, delegasi Indonesia dipimpin Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri. Pada tahun ini delegasi dari unsur pemerintah hadir dan terlibat aktif dengan melakukan penyampaian pendapat Pemerintah Indonesia dalam 4 komite pembahasan yaitu Standard Setting Committee on Violence and Harassment in the World of Work, Committee of the Whole, Committee on the Application of Standars, dan Thematic Forums.

Komite pertama adalah Standard Setting Committee yang membahas tentang standar ketenagakerjaan internasional baru tentang ending violence and harassment in the world of work. Standar ini memiliki tujuan untuk memastikan tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja dan menjamin perlindungan hak perempuan dalam ketenagakerjaan dari kekerasan dan pelecehan seksual.