Menag akan Pantau Radikalisme PNS Sejak Rekruitmen

KOTA MALANG – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Fachrul Razi sepertinya tak memberi kesempatan sedikit pun untuk penyebaran radikalisme. Kali ini ia mengafakan akan memantau para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang radikal melalui pembentukan satgas lintas kementerian.

Pembentukan satgas tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Kementrian dan Kepala Lembaga tentang Penanganan Radikalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 12 November 2019, lalu.

“Ngapain gaji ASN kalau dia musuh dalam selimut,” terangnya pada Kamis (21/11) saat menyampaikan kuliah tamu mengenai radikalisme di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malihk Ibrahim (Maliki) Malang.

Melalui pembentukan satgas lintas Kementrian itu, kata Fachrul, ia berharap dapat memantau para PNS yang diduga terpapar radikalisme.

“Contohnya jika ada sekelompok orang yang ingin merusak Pancasila. Lalu dia (PNS) mendukung dengan mengatakan ‘yes’ maka satgas yang akan melaporkan ke pimpinan. Nanti sanksinya sesuai tingkat kesalahan masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, untuk memantau PNS yang radikal atau tidak akan dimulai dari rekruitmen CPNS. “Nanti akan kami cek nasionalisme-nya melalui pertanyaan wawancara kepada para pelamar,” tuturnya.

Langkah ini ia ambil sebab menurutnya radikalisme saat ini merupakan ancaman nyata Pancasila. Ia pun menyebutkan 4 kriteria radikalisme yang perlu dipahami.

“Pertama adalah orang itu intoleran terhadap perbedaan, kedua memaksakan kehendak agar orang lain menurut dengannya. Ketiga adalah orang itu sering mengujar kebencian. Dan terakhir bahkan ada tindakan kekerasan yang mengatasnamakan ayat Al Quran,” tegasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia