Memuaskan Saat jadi Menhub, Jonan Didoakan Balik Urusi Perhubungan

JawaPos.com – Kursi kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih simpang siur. Salah satu nama yang muncul untuk mengisi kursi Menteri Perhubungan (Menhub) adalah Ignasisus Jonan. Dukungan tersebut datang dari beberapa asosiasi perhubungan.

Di mata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman, Ignasius Jonan merupakan sosok yang konsisten dengan sikap dan keputusannya. Ia teringat beberapa kali diajak Jonan berdiskusi, bersama sejumlah pengusaha dan kalangan akademik.

“Beliau kawal betul kesepakatan itu. Tidak bergeser satu senti pun. Artinya beliau taat azas. Komit dengan kesepakatan dan regulasi,” ujar Kyatmaja.

Selain itu, Kyatmaja menilai, Jonan mampu menghadirkan revolusi pelayanan di Kementerian Perhubungan. Sebagaimana diketahui, sebelum menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

“Pak Jonan mendorong pelayanan publik, yang tidak hanya memudahkan publik mengakses, tetapi juga diwarnai inovasi-inovasi. Yang lebih penting bebas pungli dan korupsi,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif DPP Asosisi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Budi Wiyono juga berkata senada. Ketika Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 10 Tahun 1988 direvisi menjadi PM 74 Tahun 2015, revisi itu membengkakkan modal dasar perusahaan jasa freight forwarding pengurusan dari Rp 200 juta jadi Rp 25 miliar.

“Kami protes. Satroni Jonan. Dia mau menerima. Kami bilang ke dia, Kemenhub ini maunya apa?” ujar Budi.

Setelah diskusi cukup alot, Budi mengungkapkan Jonan akhirnya mengambil keputusan untuk tidak segera merevisi KM 76 Tahun 2012 karena butuh proses. Cepat tanggapnya Jonan menurut Budi menjadi bukti bahwa pria asli Surabaya itu merupakan sosok yang tegas.

“Dia terbuka untuk diskusi. Dia terbuka untuk merevisi kebijakan dengan menyesuaikan dinamika serta tuntutan dunia usaha,” ucapnya.

Pengamat kebijakan publik dan konsumen Agus Pambagio menuturkan Kemenhub perlu dipimpin oleh orang yang punya ketegasan, integritas tinggi, serta paham industri perhubungan. Mantan pengurus YLKI itu menegaskan Kemenhub tidak dapat dikelola dengan sembarangan karena tupoksi Kemenhub adalah keselamatan dan keamanan transportasi.

“Jonan membuktikan mampu menata PT KAI dari yang amburadul, rugi besar dan berantakan menjadi sebuah BUMN cemerlang,” tuturnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Ferlynda Putri Sofyandari