Memori Manis Jumpa Sleman

MALANG KOTA – Bagi pelatih Arema FC Milomir Seslija, PSS Sleman bukanlah lawan yang asing. Pada periode pertamanya melatih Arema FC 2016 lalu, Milo pernah sekali berhadapan dengan PSS Sleman.

Itu terjadi di ajang Bali Island Cup 2016. Pada laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, 21 Mei 2016, Arema FC menang 5-2. Pada ajang itu, Arema FC akhirnya menjadi juara setelah di laga terakhir mengalahkan Persib Bandung 1-0.

Itulah untuk kali pertama Milo mempersembahkan trofi buat Arema FC. Memori indah itu seharusnya bisa terulang saat Arema FC kembali berhadapan dengan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu depan (15/5).

Laga kontra PSS Sleman ini menjadi laga perdana Arema FC di Liga 1. Laga ini sekaligus menjadi laga pembuka Liga 1.

Tapi, Milo juga sadar bahwa situasinya kini berbeda. PSS Sleman yang sekarang jelas berbeda dengan PSS Sleman pada 2016.

PSS Sleman yang saat ini diarsiteki Seto Nurdiantoro menatap Liga 1 2019 dengan optimisme tinggi. Sebagai juara Liga 2, mereka tentu tidak ingin numpang lewat di Liga 1.

Penampilan Super Elja (Elang Jawa) di Piala Presiden tidak bisa dibilang buruk. Dari tiga laga, mereka bisa meraih satu kemenangan. Yakni, atas Borneo FC dengan skor 2-0.

”Mereka adalah tim yang bagus. Mereka spesial bermain di rumah (kandang) sendiri, mereka punya atmosfer yang luar biasa,” kata Milo.

Hal ini, dia melanjutkan, tentu akan sangat berbeda dibandingkan dengan dulu. Pelatih berusia 54 tahun itu tidak ingin meremehkan PSS Sleman. Kendati mereka adalah tim promosi Liga 1. ”Kami melihat mereka, sama seperti tim lainnya,” lanjut pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina itu.

Seperti Madura United, Persija Jakarta, dan tim besar lainnya. ”Kami tetap akan bermain serius di laga nanti, kami optimistis,” ujar Milo.

Hasil di laga pembuka, dia melanjutkan, akan sangat penting untuk pertandingan selanjutnya. ”Pemain akan lebih percaya diri nantinya (jika mendapat hasil bagus),” kata dia.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra