Melihat Tradisi ‘Pawai’ Seribu Serabi di Dadaprejo

KOTA BATU – Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo punya tradisi menarik untuk memperingati Tahun Baru Islam. Alih-alih menggunakan jenang suro seperti banyak desa lainnya, warga Dadaprejo memilih mengarak serabi.

Dibalut dalam acara Fetival Serabi Suro, tradisi itu digelar selama dua hari. Kamis (12/9) dan Jumat ini (13/9).

Seperti yang terlihat Kamis sore (12/9). Lebih dari seribu warga, dengan semangat mengumpulkan serabi, juga jajanan tradisional lainnya di Dusun Dadaptulis.

Serabi yang dikumpulkan itu beragam. Ada serabi original yang disiram santan. Ada pula serabi kekinian dengan rasa cokelat, maupun keju.



Serabi-serabi itu diletakkan dalam wadah bambu. Dijajar rapi di sepanjang jalan dusun.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mendapatkan kehormatan menjadi orang pertama yang mengambil serabi itu. Setelah itu, serabi disantap beramai-ramai oleh warga.

Dewanti berharap, tradisi seperti ini bisa terus terjaga. Selain menjadi daya tarik wisata, tradisi serabi suro ini menjadi cara agar warga tetap guyub.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. “Setiap desa/kelurahan punya karakter masing-masing. Karakternya sama-sama kuat,” jelasnya.

Dia pun berharap, masayarakat terus menggali potensi budaya di daerahnya. “Tujuannya bukan untuk daya jual keunikan Kota Batu. Namun dengan kebudayaan seperti inilah pemuda Kota Batu bisa memiliki identitas diri,” tandas Imam.

Pewarta: Choirul Anwar
Foto: Choirul Anwar
Editor: Indra M