Melihat Polemik Sekolah Lima Hari di Kota Batu

Suasana belajar mengajar di SDK Sang Timur Kota Batu.

KOTA BATU – Ada yang mendukung, ada pula yang menolak. Itulah potret dari respons masyarakat dan para stakeholder terkait penerapan full day school (FDS). Bagaimana dengan Kota Batu?

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Mistin menyatakan, sejauh ini, FDS sudah diterapkan di dua sekolah di Kota Batu. Yakni, SD Al Irsyad yang berada di Kelurahan Sisir, serta Sekolah Dasar Terpadu Islam (SDTI) Ibnu Hajar di Kelurahan Junrejo.

Selain itu, ada beberapa sekolah yang juga disiapkan untuk mengaplikasikan FDS. Di antaranya, SDN Punten 1 dan SMPN 01 Batu. ”Kepala sekolahnya masih menyiapkan untuk menuju FDS,” ujar Mistin.

Dia menyampaikan, FDS tak bisa dipaksakan untuk diterapkan ke semua sekolah. Sebab, tak semua sekolah punya infrastruktur yang bisa menunjang pelaksanaan FDS. Terutama, sekolah-sekolah yang berada di pinggiran Kota Batu. Yakni, sekolah-sekolah yang dekat dengan wilayah pertanian.

”Nah, kebanyakan kan anaknya petani. Dan mereka ini biasanya memang harus meluangkan waktu untuk membantu orang tuanya di ladang,” imbuhnya.



FDS, kata Mistin, tidak akan cocok diterapkan di kawasan yang seperti itu. Penerapan FDS bisa jadi akan memunculkan pertentangan di kalangan orang tua yang masih mengandalkan anaknya untuk membantu menggarap lahan.

Karena itu, kata Mistin, FDS ini perlu dibahas lebih jauh lagi. Dia pun berharap ada masukan berharga dari agenda Dialog Interaktif di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK BOE) hari ini.

Dialog itu, seperti diketahui, menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP. Agenda dialog akan diikuti oleh dinas pendidikan dari tiga daerah di Malang Raya.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono