Melaut Pakai LPG, Hemat Rp 50 Ribu Per Hari

KEPANJEN – Tingginya potensi perikanan di Malang Selatan tak luput dari perhatian pemerintah pusat. Sejak tahun lalu, ratusan bantuan alat disampaikan sejumlah Kementerian. Seperti yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Minyak (ESDM) RI dengan menjalankan program hibah mesin perahu konversi.

”Tahun lalu ada ratusan unit yang sudah kami bagikan ke nelayan di Pantai Licin, Sipelot, Wediawu, Lenggoksono, dan Sendangbiru,” kata Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil, Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring. Sayangnya, dia lupa angka detail bantuan yang sudah tersalurkan itu.

Hibah mesin perahu konversi sendiri adalah upaya dari pemerintah pusat untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di kalangan nelayan. Dengan mesin terbaru itu, para nelayan bisa menggunakan bahan bakar LPG. Penggunaan bahan bakar gas (BBG) tersebut jauh lebih efektif untuk menekan biaya operasional nelayan. Sekurang-kurangnya nelayan bisa menghemat biaya hingga Rp 50 ribu per  hari.

”Harapannya, kesejahteraan ekonomi nelayan bisa meningkat,” sambung Victor. Selain bantuan mesin konversi, tahun lalu Dinas Perikanan Kabupaten Malang juga mendapat bantuan kapal mesin sebanyak 9 unit. Lengkap dengan alat tangkapnya. ”Tahun 2018 tidak ada bantuan kapal, hanya ada bantuan alat tangkap dan alat bantu tangkap,” tutupnya. (iik/c2/by)