KEPANJEN – Jadwal pengisian tiga jabatan eselon II yang kosong sejak delapan bulan lalu dimungkinkan molor. Pasalnya, hingga sekarang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih belum mendapat kepastian izin dari pemerintah pusat terkait pembentukan tim panitia seleksi (pansel).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Mulyono mengaku bila pihaknya telah jemput bola ke pemerintah pusat untuk mendapat izin tersebut. ”Tapi sampai sekarang memang belum turun, mungkin masih sibuk pemilu,” kata Didik.

Mantan Inspektur Kabupaten Malang itu menargetkan paling lambat pembentukan pansel untuk open bidding atau lelang terbuka bisa terlaksana bulan Mei mendatang. Sebelum itu, izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) harus dikantongi terlebih dahulu.

Dan tiga jabatan eselon II yang masih kosong sampai saat ini tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Antara lain posisi kepala dinas komunikasi dan informatika (diskominfo), kepala dinas kesehatan (dinkes), dan kepala dinas pekerjaan umum sumber daya air (PU SDA).

”Yang jelas harus transparan dan sesuai dengan aturan, mulai dari kepangkatan hingga pengalaman serta penguasaan di bidangnya. Semua kriteria itu harus dipenuhi,” kata Didik. Soal siapa saja yang dimungkinkan mengisi jabatan-jabatan tersebut, Didik menyatakan bila semua yang telah memenuhi kriteria berhak untuk mengikuti open bidding.

Senada dengan Didik, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nurman Ramdansyah mengaku masih terus mengejar surat izin pembentukan pansel itu kepada KASN. ”Selain untuk mengisi tiga jabatan kosong ini, kami juga harus segera melakukan pengisian 120 jabatan fungsional di lingkungan pemkab,” kata dia.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya