Mei–Desember 2017, Sita 2,3 Juta Rokok Bodong

MALANG KOTA – Peredaran rokok bodong alias tak berizin di Malang Raya terhitung masih tinggi. Lihat saja, selama Mei–Desember 2017, Bea Cukai Malang berhasil menyita 2.309.707 batang rokok. Tak hanya rokok, jumlah alkohol ilegal juga cukup besar, yaitu 1.025 liter dari beragam merek. Kemarin (23/1), sejumlah barang ilegal itu telah dimusnahkan di halaman kantor Bea Cukai Malang.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan menyatakan, total kerugian dari barang ilegal ini sekitar Rp 148 juta. ”Dari total rokok yang dimusnahkan itu menghambat pemasukan cukai negara sekitar Rp 309 juta,” kata Rudy kemarin.

Dia menambahkan, total surat bukti penindakan adalah 313. Selain rokok dan alkohol, barang sitaan lain berupa tembakau iris sebanyak 97 kilogram serta barang kiriman pos. Di antaranya, kosmetik, obat-obatan, serta suplemen dengan jumlah 1.644 item barang. Semua barang sitaan barang itu didapat dari operasi patuh di Malang Raya mulai Mei–Desember 2017. Barang sitaan paling banyak didapat di Kabupaten Malang. Semuanya telah dimusnahkan.

”Tugas bea cukai harus melindungi masyarakat dari barang-barang ilegal sehingga kami lakukan pemusnahan ini,” terangnya.

Alasan sebagian produsen yang membuat barang tak berizin itu karena tidak mau tahu dengan aturan. ”Kalau yang begini (tidak mau tahu) jelas ada penindakan. Namun, bagi yang belum tahu aturan, akan ada penyuluhan,” tegasnya.



Selama proses pemusnahan kemarin, hadir perwakilan dari berbagai instansi. Mulai dari militer, kepolisian, dan Pemkot Malang. Di antaranya, Dandim 083 Letkol Inf Nurul Yakin dan Eko Sya dari Dinas Perdagangan Pemkot Malang.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy editor: Dwi Lindawati
Foto: Falahi Mubarok